Monday, September 10, 2018

# anak # lifestyle

5 Tips Supaya Anak Tak Seperti Cerita Malin Kundang, Bunda Harus Tau Supaya Tak Salah Ketika Mendidik Anak

Hai, Mak Blogger!
Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Entah itu dari segi pendidikan, kualitas makanan yang diberikan kepada anak, ketika bergaul bersama teman-temannya, sopan santun kepada yang lebih tua atau pun dari dari segi agamanya. Tentu orangtua ingin anaknya menjadi seseorang yang dapat menerima itu semua dengan baik dan sedikit memiliki kekurangan.

Namun sadarkah orangtua, jika apa yang telah diberikan oleh anak terkadang ada hal-hal yang terluput dan menyebabkan anak-anak menjadi membangkang saat dimintai tolong oleh orangtua. Hal ini terkadang tak sadar saat orangtua mendidik anak, karena mereka kira apa yang mereka perbuat adalah sudah yang terbaik untuk anak-anaknya.

Nah, untuk itu Bunda, ada 5 tips supaya anak tak membangkang kepada orangtua dan menurut saat dimintai tolong. Simak ulasannya berikut ini :

1. Mengajarkan anak untuk tidak memilih


Ini yang biasanya paling sering orangtua lakukan, mereka lebih senang jika anaknya bisa memilih sendiri apa yang mereka mau. Padahal ini tak selalu baik loh, Bunda. Coba bayangkan saat si anak bisa memilih mainan yang dia mau, lalu saat Bunda tak membelikannya mungkin saja si anak akan menangis dan minta mainan tersebut segera dibelikan.
Coba jika Bunda tak mengajarkan mereka memilih dan langsung saja membelikan apa yang dibutuhkan oleh si anak. Kemungkinan besar si anak akan lebih menurut dan tak banyak menuntut ingin A atau B karena tak ada pilihan yang diberikan kepadanya. Bukan berarti anak tak boleh memilih, tetapi perlu diketahui batasan umur anak. Saat masih batita dan balita sebaiknya jangan meminta mereka untuk memilih sendiri apa yang diinginkannya, tetapi tunggu hingga anak sudah tau mana yang baik atau buruk. Saat itulah, si anak akan lebih paham memilih yang baik untuk dirinya sendiri dan bisa lebih menurut kepada orangtua.

2. Berikan anak sesuatu tanpa menanyakan terlebih dulu padanya

Setiap orangtua tau yang terbaik untuk anaknya, jadi saat Bunda akan memberikan sesuatu kepada anaknya lebih baik tak menanyakan terlebih dahulu. Berikan saja dan ajarkan bahwa buku atau mainan edukatif yang Bunda belikan sangat berguna untuk tumbuh kembang anak.
Misal Bunda membelikan buku cerita supaya anak bisa senang membaca tetapi Bunda menanyakan dulu pada si anak mau atau tidak. Lalu, anak menjawab tidak mau karena dirinya lebih tertarik dengan mainan mobil karena anak masih belum paham bahwa sebenarnya dirinya lebih butuh buku cerita dibandingkan mainan mobil.

Orangtua tentu yang lebih paham apa yang terbaik untuk anak saat anak masih belum tau mana yang baik dan buruk. Jadi, lebih baik tak menanyakan apa yang di mau oleh anak saat anak masih terlalu kecil dan belum paham apa terbaik untuknya.

Bunda wajib tau juga : Anak Sehat Bunda Bahagia, 6 Tips Ini Wajib Bunda Ketahui Supaya Anak Tak Gampang Sakit, Yuk Bunda Jalani Tips-nya!

3. Memberikan pengertian saat anak menginginkan sesuatu

Terkadang melihat anak yang sedang menangis meraung-raung hingga tidur-an di lantai di suatu pusat perbelanjaan membuat Bunda jadi kepikiran jika anak Bunda akan seperti itu. Biasanya si anak sudah terbiasa memilih apa yang dia mau sedangkan orangtua-nya tak membelikannya, mungkin dengan alasan mainan itu sudah banyak ada di rumah.
Nah, ini pelajaran yang sangat baik untuk Bunda, bahwa memberikan pengertian kepada anak dengan lembut dapat membuat anak paham bahwa apa yang selama ini yang dia minta tak selalu baik untuk dirinya. Bunda bisa menggunakan berbagai macam perumpaan supaya anak mengerti dan dapat dialihkan dengan hal lain yang lebih bermanfaat.

Setelah itu, janganlah lagi mengajarkan anak memilih atau menanyakan apa yang dia mau sebelum dia mengerti apa yang terbaik untuk dirinya. Supaya drama menangis meraung tak terulang kembali.

4. Mengajarkan pendidikan agama kepada anak
Agama itu sangat penting, anak yang paham agama bisanya lebih mudah menurut kepada orangtua dan takut untuk membangkang, apalagi sampai menelantarkan orangtua. Didalam agama islam sendiri sudah jelas, Allah berfirman,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya” [Al-Isra : 23]

Memang saat anak masih kecil mereka belum paham tentang agama, tetapi dengan pelan-pelan dan sering diingatkan. Pastinya saat besar nanti anak akan lebih paham bahwa berbakti kepada orang tua adalah keharusan. Si anak pun tak akan berani lagi untuk membangkang kepada orangtua dan lebih memuliakan orangtua.

Bunda wajib tau juga : Ingin Anak Pintar Mengaji? Ikuti Tips Ini Supaya Bunda Tak Pusing Memaksa Anak Mengaji Al-Qur'an Saat di Rumah

5. Membuat suasana rumah yang nyaman untuk anak

Rumah adalah tempat pertama kali seorang anak belajar dan mendapatkan pendidikan dari orangtuanya. Jangan sampai anak merasa tak betah di rumah karena Bunda terlalu sibuk dengan urusan lain dan tak mempunyai waktu bermain bersama anak. Bunda harus pandai membuat suasana rumah yang menyenangkan, agar anak merasa telah diperhatikan oleh orangtuanya.


Dengan begitu diharapkan anak lebih paham bahwa orangtua adalah segalanya untuk anak. Selain itu, anak akan paham untuk tak membangkang kepada orang tua karena apa yang telah anak dapatkan saat mereka besar nanti, memang tak luput dari peran orangtua yang sukses mendidik-nya hingga berhasil. Bunda bisa!

Nah itu tadi kelima tips supaya anak tak seperti cerita legenda Malin Kundang yang durhaka kepada orangtuanya, terutama ibunya. Semoga anak-anak Bunda menjadi anak yang menurut kepada orangtuanya dan mudah untuk diarahkan menjadi anak yang baik serta tak pernah membantah saat dimintai tolong. Bunda, apakah ada tips yang terlewat? Silakan menambahkan di kolom komentar dibawah ini.


Salam,
 steffifauziah

26 comments:

  1. Ya ampuuun, nomor 1 dan 2 nggak mencerminkan saya sama sekali. Saya pikir dengan memberikan pilihan itu lebih baik, karena kalau sudah ditentukan dan dia nggak suka, akibatnya jadi nggak kepakai. Ternyata itu salah, ya? hikz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin jika yang diberikan sama ibunya adalah pilihan2 yg sebenarnya tujuannya sm gpp sih mba, tapi emang jgn keseringan, kadang anak jadi merasa harus dituruti semua keinginannya, ini yg jadi masalah 😅

      Delete
  2. Terima kasih tipsnya mba Steffi,mohon maaf yang tak kalah penting kalau menurut saya, kita sebagai orang tua harus konsisten terhadap komitmen dengan peraturan yang telah kita buat dan memberikan teladan tentunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, terima kasih juga telah menambahkan tipsnya 😊

      Delete
  3. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah ya Bun. Terima kasih tipsnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin Allahumma Aamiin, sama-sama bun 😊

      Delete
  4. Tips bagus dan bermanfaat mbak, mrmang terkadang orngtua terjebak dengan membiarkan anak memilih padahal sang anak belum tahu benar atau tidaknya pilihannya. Kalau sudah terjadi anak menangis, orngtua harus bisa mencari celah agar anak bisa menerima penjelasan dari otangtua😁 intinya orangtua harus kreatif, konsisten dan memahami dunia anak di usianya😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, anak jaman sekaramg itu menangkapnya cepat jadi orangtuanya pun harus mampu lebih kreatif dibandingkan si anak 😊

      Delete
  5. Saya ketika memberikan pilihan dua benda sudah saya tentukan. Mau pilih a atau b? Kalau enggak dua duanya, maka batal transaksinya. Hehehe...itu untuk pilihan mainan atau makanan. Kalau baju atau apa pun yang dipakai oleh anak saya masih suka menanyakan piihan. Tentunya dengan harga yang sudah kita sepakati sebelum membeli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip mba, ini juga bisa yang penting orangtua memberikan pilihannya itu ada makna dalam transaksinya yg dimana anak pun jadi tetap paham baik buruknya. Makasih sudah menambahkan.

      Delete
  6. Tips nya keren. Tapi menurutku yang prinsip no 4. Kalau sedini mungkin diajari tentang agama, akhlak serta budi pekerti, insha allah kedepannya baik2 saja tapi tetep trus dipantau. Mkasih infonya bermanfaat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba setuju banget, agama itu memang hal yang utama untuk diajarkan kepada anak-anak

      Delete
  7. Agama menjadi fondasi hidup di dunia dan di hari kemudian. Perlu ditanamkan kepada anak sejak dini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mba setuju, agama sejak kecil harus terus diingatkan dan diajari agar anak semakin paham saat besar nanti

      Delete
  8. saya setuju dengan tipsnya mbak. terlebih lagi untuk poin tentang pondasi agama. anak yang sudah dibekali pondasi agama sejak kecil insyaa Allah akan lebih mudah diberi pengertian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap kita sepemikiran mba, bener banget agam adalah salah satu pondasi untuk anak-anak

      Delete
  9. Penginnya anak menentukan sendiri pilihanya, tapi kok gimana gitu ya. Waah saya harus banyak belajar lagi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya gpp bun, tapi ya itu dari orangtuanya sendiri harus jaga2 supaya si anak gak jadi kebablasan dan gamau nurut ortu.

      Delete
  10. Untuk nomor satu dan dua, saya berlaku sebaliknya Mbak.

    Apapun yang anak inginkan saya beri kebebasan yang terbatas, bukan tanpa batas. Walaupun itu pilihannya saya akan tetap memantau dan memberi ketegasan jika pilihannya itu tidak mengedukasi. yah itu cara saya sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gpp bun, banyak cara sebenernya tergantung bagaimana orangtua juga, karena balik lagi orangtua yang paling tau ttg anaknya

      Delete
  11. Poin kedua menurut saya bisa dibikin lebih fleksibel mbak. Karena bagaimanapun juga anak-anak itu pribadi yang punya kehendak, mereka berhak menentukan apa yanb mereka inginkan. Ortu yang harus menuntun mereka agar pilihannya nggak salah. Justru dengan memberikan mereka pilihan, kita sedang mengajari mereka membuat keputusan, dan hal ini sangat baik utk masa depannya kelak.

    Memang, kita harus melihat rentang usia mereka dan sesuaikan pilihan2 apa yang bisa kita berikan. Begitu pendapat saya hehehehe..

    Eniwe, tipsnya keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba setuju, jika anak sudah paham baik benarnya suatu masalah memang diharapkan si anak dapat memberikan keputusan yang baik. Yang jadi masalah saat anak masih belum paham baik benarnya suatu hal 😊

      Delete
  12. Menambahkan sedikit boleh? Mungkin ajarkan anak untuk bersyukur. Sehingga dia tak mudah mengeluh dan memnantah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleeeh mba, betul bersyukur dengan segala apapun yang dipunya itu wajib agar anak tak lupa akan setiap rezeki yang didapatnya

      Delete
  13. Mohon maaf kalau saya gak suka anak saya jadi penurut. Tapi saya ingin anak-anak tahu mana yang baik dan mana yg benar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mba setiap orangtua tau yang terbaik untuk anaknya 😊

      Delete

New Post

4 Tips Untuk Selalu Super Hati-Hati Saat Akan Menjadi Kontributor di Sebuah Penerbit Indie, Pengalaman Pahit Saya Ini Semoga Bisa Menjadi Pelajaran Kita Semua, Ya!

Hai, Sobat Blogger! Dari judulnya berasa banget ya ada yang enggak enak, hihi . Iya, ini pengalaman pribadi saya yang tak pernah saya p...

Follow Me @steffifauziah

Instagram Feed