Sunday, September 30, 2018

# ibu pekerja # IRT

Ibu Rumah Tangga atau Ibu Bekerja? 7 Kelebihan Menjadi Ibu Rumah Tangga Ini Dapat Membuat Bunda Berpikir Ulang Untuk Menjadi Ibu Pekerja, Bunda Siap?

Hallo, Mak Blogger!


Bunda pasti pilihan yang sulit ya untuk memilih bekerja atau tetap dirumah. Bunda juga pasti banyak sekali pertimbangan untuk mengambil keputusan ini. Menjadi ibu pekerja bukan berarti Bunda tak sayang anak atau suami, tetapi memang ini tuntutan yang harus Bunda lakukan demi keluarga tersayang.

Namun, untuk Bunda yang masih maju mundur untuk resign dari pekerjaan dan lebih memilih menjadi IRT (Ibu Rumah Tangga) jangan khawatir Bunda. Ada 7 kelebihan yang membuat Bunda yakin untuk menjadi IRT saja. Apa saja ya 7 kelebihan tersebut? Simak ulasannya berikut ini :

1. Dapat melihat tumbuh kembang anak

Untuk Bunda yang memiliki anak masih kecil antara umur 3 bulan hingga 5 tahun, tentu itu adalah masa-masa emas si anak. Bunda yang pekerja biasanya banyak melewatkan hal ini karena harus berangkat ke kantor pada pagi hari dan pulang pada sore hari, malah terkadang anak sudah tidur kembali saat Bunda pulang malam hari. Tentu ada sakit di hati yang tak berdarah yang membuat Bunda ingin sekali bermain dengan anak.


Nah untuk Bunda yang menjadi IRT, tentu melihat tumbuh kembang anak setiap hari adalah kebahagiaan Bunda. Bunda sendiri yang akan melihat tumbuh kembang anak dengan baik. Selain itu, Bunda juga akan semakin dekat dengan anak secara emosional maupun secara fisik. Mempunyai banyak waktu bermain dengan anak dan mengajarkan langsung pendidikan dasar pada anak juga bisa Bunda lakukan saat menjadi IRT, waktunya akan sangat luang. Namun, kembali lagi ya semua keputusan ada di Bunda untuk memilih menjadi IRT atau ibu pekerja.

2. Menekan biaya pengeluaran

Saat Bunda bekerja tentu Bunda harus menyiapkan baby sitter dirumah atau menaruh anak Bunda ke baby day care. Nah biaya pengeluaran tersebut tidak akan murah, tentu banyak pengeluaran yang harus Bunda kocek. Tetapi, jika memang Bunda dan suami sanggup untuk memenuhi itu semua tidak masalah ya. Tentunya yang lebih mengetahui keadaan rumah tangga ya Bunda sendiri.


Namun, berbeda jika Bunda seorang IRT, tentu setiap pekerjaaan rumah bisa Bunda kerjakan sendiri tanpa harus menyewa pembantu atau baby sitter yang mengurus anak Bunda. Hal inilah yang akan menekan biaya pengeluaran setiap bulannya dan Bunda bisa lebih banyak menghemat. Bunda tentu akan lebih bijak mengeluarkan uang karena Bunda sadar bahwa yang bekerja hanya suami Bunda saja.

3. Hanya memiliki tanggung jawab terhadap anak, suami dan rumah

Ibu pekerja biasanya memiliki tanggung jawab yang lebih banyak yaitu tanggung jawab pada kantor yang mempekerjakan Bunda. Nah, tentu tanggung jawab ini besar untuk Bunda, karena setiap Bunda bekerja ada komitmen yang harus diselesaikan. Belum lagi saat bekerja Bunda harus rela untuk lembur dan meninggalkan anak lebih lama dari biasanya. Duh, pasti ini dilema banget untuk ibu pekerja ya?


Berbeda dengan IRT yang sejatinya pasti hanya dirumah saja enggak kemana-mana. Tentu tanggung jawab yang di punya hanya anak, suami dan rumah saja. Nah, Bunda pun pasti akan lebih mudah untuk merawat anak, suami dan rumah karena tidak ada lagi tanggung jawab lain yang membuat pikiran Bunda terpecah. Memang pasti beda dengan ibu pekerja, namun tetap saja setiap keputusan ada di Bunda ya?

4. Mengurangi tingkat stress

Stress itu tak pernah mengenal waktu, saat Bunda terlalu banyak tekanan dan terlalu banyak yang diurus tentu akan membuat Bunda stress mungkin saja bisa menjadi depresi. Wah semoga enggak ya Bunda. Biasanya untuk Bunda yang bekerja tingkat stress ini akan lebih mudah naik. Misal Bunda pulang kerja melihat rumah berantakan, cucian yang menumpuk belum lagi baju-baju yang butuh di setrika tentu ibu pekerja harus punya waktu ekstra untuk melakukan itu semua.


Berbeda dengan IRT, tentunya Bunda hanya sibuk mengurus urusan rumah dari pagi hingga menjelang tidur. Waktu yang Bunda miliki pun tak akan terkuras banyak karena yang perlu Bunda urus hanya rumah, anak dan suami. Tak ada yang lain yang membuat Bunda stress. Namun, apapun pilihan Bunda tetap harus menjadi perempuan yang kuat ya Bunda. Bunda pasti bisa!

5. Energi yang dimiliki lebih banyak

Menjadi ibu pekerja memang harus memiliki energi yang banyak, apalagi jika Bunda tak memiliki pembantu dirumah. Selain pekerjaan kantor Bunda harus punya energi ekstra yang membuat Bunda tetap bisa membereskan dan mengurus rumah. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, mengurus pekerjaan kantor saja sudah banyak menghabiskan energi ditambah harus membereskan rumah.Wah, Bunda memang perempuan kuat nih.


Namun, beda halnya dengan IRT yang hanya mengurus rumah saja. Energi yang dimiliki lebih banyak ketimbang menjadi ibu pekerja. Ibu hanya fokus membereskan rumah, mengurus anak dan suami. Tak ada pekerjaan lain yang menyita perhatian Bunda sehingga energi yang Bunda miliki terkuras. Nah, tentu ini poin penting untuk Bunda agar tak mudah stress.

6. Mengikuti kodratnya perempuan



Dalam agama islam, kodratnya perempuan memang berada di rumah. Allah Ta’ala berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj (berpenampilan) sebagaimana penampilannya orang-orang jahiliyah yang pertama.” (Al Ahzab: 33)

Jelas pada ayat Al-Qur'an diatas bahwa kodrat seorang perempuan di rumah dan yang menjadi nafkah adalah suami. Namun, tetap kembali lagi ke dalam persoalan rumah tangga Bunda, jika memang keadaan sangat mendesak yang sesuai syariat Bunda harus bekerja tetap tak masalah. Namun, saat Bunda bekerja harus berpenampilan sesuai seorang muslimah yaitu tak meninggalkan hijab-nya.

7. Pekerjaan paling mulia adalah ibu rumah tangga

Pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang paling mulia. Bunda percaya ini? Karena sejatinya pekerjaan Bunda di rumah tak hanya sekedar mengurus rumah saja, tetapi Bunda juga dituntut menjadi seorang yang multitalenta. Seperti menjadi dokter saat anak-anak sakit, menjadi koki supaya anak dan suami makan lahap dan bisa juga sebagai guru untuk mendidik anak-anaknya bisa menjadi orang berguna saat besar nanti.


Itulah mengapa seorang IRT (Ibu Rumah Tangga) begitu mulia. Memang ibu pekerja dan ibu rumah tangga tidak bisa dibandingkan sama sekali. Keduanya memiliki prinsip masing-masing, apapun yang Bunda pilih yang terpenting keluarga Bunda selalu mendukung keputusan Bunda ya. Semangat terus Bunda!

Itu tadi 7 kelebihan menjadi ibu rumah tangga dibandingkan menjadi ibu pekerja. Tetapi semua keputusan tergantung Bunda, karena kondisi setiap rumah tangga berbeda-beda. Bisa jadi Bunda memang harus bekerja dikarenakan suami tidak dapat bekerja atau pekerjaan suami yang masih kurang memenuhi atau faktor lainnya yang membuat Bunda menjadi ibu pekerja. Apapun itu, Bunda pasti tau yang terbaik untuk rumah tangganya ya.

Untuk Bunda yang memilih menjadi IRT kira-kira ada kelebihan lain selain 7 hal diatas tidak ya? Bunda boleh kok menambahkan di kolom komentar di bawah ini ya, ditunggu Bunda.

Salam,
 steffifauziah

10 comments:

  1. Sejak menikah saya memilih berhenti dari karir kantoran dan memulai karir sbg IRT. Alhamdulillah saya bahagia dan tidak merasa kecil hati dikatain "bodoh" krn pilihan itu.

    Salam kenal bun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mba, saya pun bercita-cita seperti ini hehe. Tak usah risau sama pikiran orang yes. Karena hidup yang jalani kita kok. Insya Allah menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya adalah yang terbaik. Aamiin.

      Delete
  2. Saya sekarang memilih menjadi stay at home mommy sih, tapi masih bekerja juga secara remote. Saya lihat beberapa teman yang memilih menjadi pure IRT, ada kok stres-nya. Apalagi kalau lingkungannya mengecil, dll. Maka buat saya, walaupun jadi IRT, tetap perlu daya juang untuk minimal bisa hasilkan uang jajan untuk diri sendiri sih ya. Biar waktu luang yang banyak juga termanfaatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba, saya juga berpikir gitu. Jaman sekarang kerjaan enggak perlu offline, online pun banyak. Alhamdulillah salah satunya yang saya jalani adalah menulis. Dari nulis juga sudah dapat penghasilan hehe.

      Delete
  3. hwaaa saya uda pernah balik lagi kerja mb, setelah sekian tahun jadi IRT. Antara seneng karena passion terpenuhi kembali, tapiii resah karena untuk atur jadwal antar jemput pun bikin galau. Bukan hanya itu, saya kok merasa dengan kerja kembali, jadi gak fokus dengan kegiatan anak-anak di sekolah dan kesehariannya. Kapokkk pokoknya balik ngantor lagi!

    www.innaistantina.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe, berarti emang ya anak itu segalanya. jika sudah ada anak sepertinya sulit untuk bekerja kembali jika tidak ada niat yang sangat besar di hati. Tapi baguslah mba dirumah, anak-anak jadi terkontrol langsung oleh ibunya bukan orang lain :).

      Delete
  4. Walopun pernah kepikir pgn resign, tp sbnrnya aku tau jauh di dalam hati, aku ga bakal bisa ninggalin kerjaan yg skr :). Krn memang dr dulu aku lbh suka kerja kantoran drpd di rumah. Pernah nyoba pas cuti, tp baru sehari, lgs ngibarin bendera putih mba :D. Besoknya lgs handover tugas lg dgn mba ART dan babysitter. Masalahnya sih krn aku memang ga terbiasa dgn kerjaan2 rumah tangga itu. Salit dengan semua ibu rumah tangga Yg kuat dan sanggub ngerjain semuanya apalagi tanpa bantuan ARt dan babysitter. Hebat sih :) ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah mba udah menemukan passion ya. Jarang ada yang seperti ini, karena biasanya menjadi IRT adalah sudah keharusan perempuan. Gak masalah sih mba meski menjadi wanita karir, karena itu enggak mudah juga. Apalagi jika kerjaan skr ada passion mba. Yang penting suami mendukung dan anak-anak di jaga sama babysitter yang mumpuni hihi.

      Delete
  5. Waaah, kereen tulisannya mbak steffi. Galau jadinya, blm bisa maksimal dampingi buah hati dan masih mementingkan pekerjaan di luar rumah. (Memulai menulis dg komentar di bloq, tengkyu mbak Steffi ilmunya smg berkah)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, insya Allah, terima kasih mba semoga bermanfaat ya.

      Delete

New Post

4 Tips Untuk Selalu Super Hati-Hati Saat Akan Menjadi Kontributor di Sebuah Penerbit Indie, Pengalaman Pahit Saya Ini Semoga Bisa Menjadi Pelajaran Kita Semua, Ya!

Hai, Sobat Blogger! Dari judulnya berasa banget ya ada yang enggak enak, hihi . Iya, ini pengalaman pribadi saya yang tak pernah saya p...

Follow Me @steffifauziah

Instagram Feed