steffifauziah's blog

Writing with Heart, Love, and Feel Happy!

20 Cara Agar Santai Aja Ketika Ada yang Nyinyir!

Hai, Sobat Blogger!

Santai Ketika Kena Nyinyir

Pasti pernah merasakan ada yang nyinyir dengan kehidupan kita. Rasa kesal pun ada, tapi terkadang kita lebih memilih diam dan bersikap bodo amat. Meski ada juga sih, yang langsung melabrak atau menantang orang tersebut biar diam.

Memang, ya, pendidikan karakter itu penting seperti yang ditulis oleh blognya Jejak Ruang ini. Supaya apa? Supaya bisa mempunyai karakter yang baik dan tidak mudah untuk merendahkan orang lain. Nyinyir kepada orang lain itu kan termasuk dalam merendahkan orang lain 'kan? Nah, dengan belajar pendidikan karakter ini diharapkan setiap anak-anak atau orang dewasa tumbuh menjadi lebih baik dan enggak mudah tuh untuk nyinyir kepada kehidupan orang lain.

Saya tuh pernah kena nyinyir karena saya seorang sarjana yang hanya jadi IRT. Sayang seribu sayang yang nyinyir pun seorang perempuan dan seorang ibu. Duh, saya kok jadi miris, ya. Memang orang yang nyinyir ke saya ini pendidikannya tidak tinggi. Hanya lulusan SMA saja. Apakah itu karena iri kepada saya atau pure emang merasa kasihan sama saya? Entahlah.

Baca juga Rasa dari Sebuah Kehilangan

Tapi yang tak habis pikir kenapa harus merendahkan seorang IRT? Padahal dirinya juga seorang IRT. Mau seorang IRT itu lulusan S2 atau bahkan S3 juga, saya pikir tak akan rugi meski hanya di rumah aja mengurus anak dan suami. Bukankah seorang ibu itu madrasah utama untuk anak-anaknya?

Malah bagus dong jika seorang ibu itu berpendidikan tinggi. Jadinya, anak-anaknya bisa memiliki ilmu yang lebih luas yang diturunkan langsung oleh ibunya. Terus ruginya seorang sarjana jadi IRT tuh dimana?

Gemas banget memang kalau masih ada yang nyinyir seperti ini. Tapi memang sudah saatnya kita harus pintar untuk bersikap santai ketika ada yang nyinyir kepada kita. Kira-kira bagaimana sikap santai itu? Simak yuk ulasannya berikut ini :

1. Senyumin Aja

Santai Ketika Kena Nyinyir

Ini paling aman sih. Ketika ada yang nyinyir tentang kita, tak perlu membalasnya. Senyumin aja pakai senyuman terindah. Dia juga paling bakalan balik senyum atau minimal diam. Tak jadi tuh melanjutkan nyinyirannya, haha. Soalnya saya terkadang juga begini sih, hihi.

2. Cari Topik Pembicaraan Lain

Yap, jika dia sudah mulai nih nyinyir dan merendahkan kita. Cari aja topik pembicaraan lain. Biar fokus bahas yang lebih berilmu daripada nyinyirin orang terus, haha. Pokoknya mah, cari aja topik yang membuat dia lupa untuk nyinyir ke kita.

3. Tidak Dimasukkan ke Hati

Siapa sih yang tak kesal ketika kena nyinyir? Pasti kesal kan? Tapi, ya, itu tadi tak perlu kita masukkan ke dalam hati. Anggap saja mereka tak paham dengan apa yang dia bicarakan itu. Anggap saja apa yang dia bicarakan itu hanya untuk menghibur dirinya yang tak seberuntung kita. Masyaallah.

4. Tidak Membalas Nyinyir

Tak perlu lah kita balas nyinyir dirinya, biarkan saja. Kan ada tabur tuai, apa yang dia bicarakan dan doakan akan kembali lagi ke dia. Jika dia nyinyir dan mendoakan keburukan kepada kita, biarkan saja. Ada Allah kok yang akan membalas segala perbuatan. Kita mah enggak perlu membalas nyinyirannya. Santai aja kek di pantai ~

5. Balas dengan Prestasi dan Karya

Santai Ketika Kena Nyinyir

Daripada balas menyinyir lebih baik kita balas dengan prestasi dan karya. Kasih tahu ke dia yang suka nyinyir itu bahwa kita mah enggak sibuk untuk nyinyir orang ke sana kemari tapi sibuk kita itu berkarya. Ngapain juga nyinyir? Malah menambah dosa, lebih baik berkarya yang banyak dan menebarkan manfaat. Setuju?

6. Ajak Bercanda

Kalau kita dalam keadaan mood yang sangat bagus sekali. Sekalian aja diajak bercanda. Anggap saja apa yang dia katakan kepada kita itu bukan nyinyiran tapi lawakan yang sangat garing sekali. Jadi, kita ajak aja sekalian ngelawak yang lucu biar dia bisa ketawa bahagia. Kan kita juga yang dapat pahala menyenangkan hati orang. Iya enggak?

7. Bersikap Santai dan Bijak

Terkadang kita juga perlu untuk memahami setiap nyinyiran dia dengan sikap santai dan bijak. Tak perlu selalu untuk ngegas ketika kita kena nyinyirnya. Coba aja untuk bersikap santai dan anggap angin lalu. Siapa tahu dengan begitu dia lelah sendiri nyinyir ke kita terus, hihi.

8. Jangan Emosi

Wajar sih kalau terkadang kita lepas kontrol dan emosi kena nyinyir terus. Ya, siapa sih yang betah dinyinyirin terus, pastikan kesel juga, ya. Tapi coba untuk tak emosi ketika kita kena nyinyir meski hati kita sakit diperlakukan seperti itu. Sabar, sabar dan sabar. Insyaallah orang yang selalu sabar akan Allah tolong.

9. Ajak Bicara Baik-Baik

Jika kita sudah sumpek banget sama dia yang selalu nyinyir setiap saat. Coba ajak bicara baik-baik. Maksud dia seperti itu tuh apa? Kenapa bicara seperti itu? Maksudnya apa? Bicarakan dengan baik-baik dan kepala dingin. Agar tak ada baku hantam ketika ngobrol, hehe.

10. Ungkapkan Apa yang Ada di Hati

Santai Ketika Kena Nyinyir

Ya, kita bisa bilang kepada dia kok untuk jangan berkata seperti itu lagi, karena kita merasa tak nyaman. Tak mengapa untuk mengungkapkan apa yang ada di hati. Daripada dipendam saja nanti jadinya meledak dan kita emosi tingkat tinggi. Lebih baik pelan-pelan ungkapkan saja apa yang ada di hati. Siapa tahu dia jadi paham dan enggak nyinyir lagi.

Baca juga Give Yourself Time

11. Doakan Agar dapat Hidayah

Jika dia masih terus saja nyinyir kepada kita. Ya, sudah doakan saja agar dia dapat hidayah. Agar tak mengulangi apa yang dia lakukan. Serta dia jadi sadar bahwa nyinyir itu bukanlah hal yang baik karena dapat menyakiti hati orang lain. Yuk, doakan saja Allah berikan dia kesadaran penuh dan tak mengulanginya lagi di kemudian hari.

12. Ucapkan Terima Kasih

"Terima kasih sudah berpendapat tentang kehidupan saya. Tapi, apa yang saya lakukan ini tak merugikan siapa pun kok. Insyaallah apa yang saya lakukan ini yang terbaik."

Coba lihat apa reaksinya. Semoga aja setelah itu dia jadi tobat dan enggak nyinyir bae kerjaannya, haha

13. Jaga Jarak

Orang yang sukanya nyinyir tak baik untuk keseringan dekat-dekat. Lebih baik jaga jarak, agar tak lelah juga kitanya kena nyinyir terus. Kan pegal hati juga kalau setiap ketemu kena nyinyir terus, heu. Lebih baik jaga jarak, supaya dia juga terhindar dari dosa.

14. Kesal Boleh Tapi Tak Berlarut

Yes, enggak apa-apa kok kesal sama dia yang sukanya nyinyir. Kesal, bete, sebel, dan rasa enggak hati lainnya, boleh banget untuk kita rasakan. Tapi tak perlu berlarut, ya. Orang begitu mah jangan selalu dipikirin. Malah kitanya yang rugi, hihi. Cukup sehari aja kesalnya, abis itu kita harus bisa menyebarkan manfaat lagi ke orang lain. Berkarya lagi tanpa henti!

15. Tidak Usah Didengarkan Perkataannya

Santai Ketika Kena Nyinyir

Abaikan sajalah apa yang dia bicarakan ketika mulai nyinyirin kita. Biarkan saja dia nyinyir sepuasnya. Kita sibuk saja dengan kegiatan yang sedang kita lakukan. Anggap aja itu suara berisik dari sebuah kaset rusak, hihi.

16. Buat Dia Menyesal dengan Cara Elegan

Jika sudah tak nyaman, kita boleh kok membalasnya dengan cara elegan. Tapi juga harus sopan, ya. Biar dia juga sadar apa yang dia lakukan itu salah dan enggak benar karena sudah nyinyir seenaknya. Setidaknya itu akan membuat dia menyesal dan tak mengulanginya lagi. Ingat, ya, caranya harus sopan.

17. Tidak Membahasnya Lagi

Biarkan apa yang dia omongkan itu jadi angin lalu dan tak perlu membahasnya lagi ketika bertemu. Jika dia mulai membahasnya, kita bisa untuk mengganti topik atau melipir pergi saja. Jadinya kita tak perlu lagi kan kesel mendengarkan nyinyirannya.

18. Pilih Lingkungan yang Tak Suka Nyinyir

Sudah sebaiknya kita memilih lingkungan yang tak suka nyinyir kepada kita. Jika teman kita suka nyinyir, lebih baik cari teman lain. Jika saudara yang suka nyinyir, ya kita bisa cari cara untuk kumpul dengan saudara yang lain dan jaga jarak sama saudara yang suka nyinyir ini. Setidaknya kita bisa membatasi dengan siapa saja kita berinteraksi.

19. Nyinyiran Itu Tak Akan Menjatuhkan Kita

Mau bagaimana pun orang nyinyir kepada kita. Itu tidak akan menjatuhkan kita kok. Kita akan tetap berkarya dan berprestasi. Buktikan kalau kita itu tak akan jatuh dan terpuruk dengan nyinyiran orang lain. Pokoknya kita enggak boleh kalah dengan orang yang suka nyinyir itu. Kita pasti bisa melewatinya!

20. Buktikan Semakin Dinyinyiri Kita Semakin Sukses

Santai Ketika Kena Nyinyir

Kasih bukti bahwa apa yang dia nyinyirkan kepada kita adalah hal yang salah. Jika menurut dia itu hal yang benar, kita harus buktikan kalau itu salah. Malah berbanding terbalik dengan apa yang dia nyinyirkan. Jadi, biarkan kesuksesan kita yang berperan. Hingga dia yang nyinyir merasa malu sudah pernah nyinyir kepada kita.

Baca juga 'Alergi' Terhadap Utang, Yay or Nay?

Itu tadi 20 cara agar santai ketika ada yang nyinyir. Kalau menurut kamu ada cara lain tidak? Dari 20 cara ini beberapa sudah beberapa sih yang saya lakukan. Ya, tapi memang tergantung orang yang suka nyinyir itu. Apakah orangnya mudah untuk memahami apa yang kita maksud atau tidak.

Jadi, memang ada beberapa orang yang suka nyinyir, akhirnya berhasil berubah dengan cara diatas. Ada juga yang enggak dan tetap aja nyinyir. Ya, namanya manusia berbagai macam sifat, ya. Semoga siapapun kamu yang pernah kena nyinyir, selalu kuat, ya! Bismillah, ada Allah yang selalu membalas segala perbuatan. 

Salam,

Comments

  1. setuju kak, orang yg nyinyir gak perlu dimasukkan dalam hati dan pikiran. balas dengan prestasi dan karya, agar yg nyinyir malu dan menyesal.

    ReplyDelete
  2. Buatku, yang cukup butuh perjuangan itu poin tidak dimasukkan ke hati sama Santai. Jadi, seringnya aku otomatis jaga jarak gitu sama yang nyinyir.

    Setuju juga kalau deket orang nyinyir itu ganggu kesehatan banget. Mendingan aku jaga jarak aman aja

    ReplyDelete
  3. No.13 yes banget kak ..aku mah jaga jarak bae lah klo ada yg nyinyir ,,,..unfaedah banget klo diladenin hehehe..

    ReplyDelete
  4. kalau dipikir-pikir, nyinyir itu bahasa apa ya? hehe. aku setuju bgt lebih mending buat mundur syantik dari lingkungan yang suka nyinyir batasi bergaul dg mereka. yang sedih apabila yang suka nyinyir itu adalah keluarga sendiri...

    ReplyDelete
  5. Dasar aku , kadang inginnya suka balas tuh kalau ada yg nyinyir, wkwkwk. Tapi berhubung umur sudah semakin menua maka aku berusaha menghadapi nyinyiran dengan diam saja.

    ReplyDelete
  6. Hahaha, tapi kadang saya pernah loh mbak yg nyinyir akhirnya kata2nya kesimpan di hati, dan akhirnya sedih sendiri. Tapi setuju banget sih sama semua poin2nya dan yg paling setukuju tuh poin 5, mending tunjukin dgn prestasi,

    ReplyDelete
  7. banyak setujunya aku mbak, beberapa langkah diatas ada yang aku jalani juga
    paling seneng kalau misal kita dinyinyiri terus dibuktikan dengan prestasi, merasa kayak membuat yang menyinyir ini tertohok gitu hahaha

    ReplyDelete
  8. Senyumin aja, palingan yang nyinyirnya yang tambah sewot hahaha, aku biasanya sih gitu terus aku juga masa bodo amat kalau ada yang nyinyir, selama gak minta makan sama yang nyinyir. hahahah baik gak tuh kak.

    ReplyDelete
  9. Hihi, bagi saya dinyinyiri mirip dibully kak.. saya suka senyumin aja..
    Karena biasanya orang yang suka nyinyirin orang adalah yang gak puas dengan hidupnya..

    ReplyDelete
  10. Tapi emang ada kakak orang yang sejak lahir itu kayaknya suka banget nyinyir. Jadi kayak bakat alami gitu, yang terbaik adalah kita menjaga jarak dari orang-orang yang seperti itu agar tidak menjadi Toxic pada diri kita juga.
    Diajak ngomong baik-baik pun kayaknya percuma memang sudah dari ya nggak mau berubah

    ReplyDelete
  11. Santai ya kak, kadang kepikiran juga sih apa iya ya aku seperti itu. Lagi-lagi perlu usaha keras untuk berfikir bodo amat, aku lebih baik dari dia kok.

    ReplyDelete
  12. Orang yang suka nyinyir emang gaj akan pernah ada habisnya. Jadi emang cuekin aja ya kuncinya.

    ReplyDelete
  13. kalau jangan emosi itu berat banget ya apalagi kalau kita dengar secara langsung bawaannya pasti emosi tapi sekarang lagi mencoba untuk mengendalikan emosi semoga bisa mengendalikan emosi dan menjadi lebih bijaksana ketika ada orang yang nyinyir

    ReplyDelete
  14. Kalo saya ya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, bisa bahaya kl dimasukin ke hati

    ReplyDelete
  15. klo aku mah santai ajah dan ga pernah masukin hati kalo ada yang nyinyirin itulah dinamika kehidupan hehehe

    ReplyDelete
  16. Yup..membalas yang elegan itu dengan menorehkan prestasi meskipun seorang IRT ya kak... dan setuju dengan 19 teknik lainnya 👍🏾👍🏾

    ReplyDelete
  17. Setuju, kalau deket dengan orang nyinyir bikin bahaya. Tapi kita gak bisa nyingkirin orang nyikir dari muka bumi ini sih

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan tunggu saya approve komentar kamu, ya. Terima kasih telah meninggalkan komentar.

back to top