steffifauziah's blog

Writing with Heart, Love, and Feel Happy!

Menulis Itu Hobi atau Passion?

Hai, Sobat Blogger!


Katanya untuk jadi penulis itu harus bakat. Tapi ada yang bilang enggak juga. Nah, saya pun salah satu yang enggak tau bahwa ternyata saya bisa menulis padahal enggak punya bakat tersebut, hehe. Seringnya dan rajin-nya berlatih menulis tentu akan membuat siapapun bisa menjadi penulis. Begitu sih.

Jadi sebenarnya setiap orang bisa menjadi apa yang dia mau meski enggak berbakat?

Iyap, bisa aja kalau menurut saya mah. Karena setiap orang yang berbakat tetapi malas untuk berlatih akan kalah dengan yang tak punya bakat tetapi rajin untuk berlatih. Iya, enggak sih? Nah, jadi, ya, kalau menurut saya setiap orang bisa menjadi apapun yang mereka mau asalkan rajin untuk berlatih dan enggak malas untuk memulai. Kebanyakan orang hanya menginginkannya tetapi tak kunjung memulai untuk berlatih dan menggapai apa yang diinginkan.

Apapun itu yang diharapkan, tak akan bisa di raih jika hanya dalam angan saja. Tetaplah kudu di dikejar, diusahakan, dikorbankan, dan dilatih untuk bisa meraih apa yang diinginkan. Begitu sih jika menurut pandangan saya. Namun, enggak mudah memang praktek-nya. Teori itu selalu lebih mudah dibandingkan langsung melakukannya, betul apa betul? Hihi.

Nah, back to topic mengenai menulis. Saya cerita dulu ya bagaimana saya berkenalan dengan dunia menulis, sebenarnya ini sudah pernah saya singgung di tulisan saya yang judulnya Ketika Memutuskan Untuk Menulis, 10 Hal Ini Tak Pernah Terlupa ~. Tapi bahasan kali ini saya akan lebih menekankan bahwa saya sebenarnya tak pernah memiliki bakat menulis sama sekali, hehe.

Dulu menulis bagi saya adalah hal yang asing. Menulis yang pernah saya lakukan adalah sewaktu SD, SMP dan SMA bahkan kuliah hanya untuk pelajaran bahasa indonesia atau pun tugas akhir. Sewaktu SD hanya pernah menulis tentang pengalaman liburan, membuat puisi, atau pun menuliskan surat kepada teman pena. SMP pun enggak beda jauh, masih berkutat tentang pengalaman liburan, membuat puisi dan membuat cerita berdialog. SMA sudah mulai belajar menulis karya ilmiah dan sewaktu kuliah, skripsi adalah salah satu buku yang pernah saya tulis. Wow, enggak nyangka juga bisa membuat skripsi loh. Padahal mah ya memang harus karena demi mengejar titel Sarjana!

Sewaktu sekolah dulu tak pernah ter-pikirkan akan fokus menjadi penulis atau bekerja dengan kegiatan menulis. Enggak sama sekali. Saya pikir setelah lulus kuliah menjadi karyawan sudah cukup. Kenyataannya saya pun resign lebih cepat dan merasa enggak nyaman menjadi karyawan, meski gajinya pasti dan bisa menabung setiap bulan. Tapi, enggak membuat saya betah dan malah membuat saya malas untuk berangkat ke kantor setiap paginya, wkwk.

Meski singkat perkenalan dengan menulis ini. Ternyata ini pekerjaan ter-nyaman saya setelah melalui proses panjang dari online shop, guide tour travel, karyawan, online shop, hingga sekarang fokus menulis. Merasa tak percaya, karena awalnya saya hanya coba-coba. Pada tahun 2017, saya mencoba menjadi penulis artikel. Meski agak kurang yakin sama keputusan ini, akhirnya saya berani melangkah.

Tak menyangka dari hasil coba-coba tersebut saya betah, nyaman, bahagia, dan senang banget dengan menulis. Padahal saya enggak pernah merasakan hal itu sewaktu sekolah. Keluarga pun enggak ada satu pun yang suka menulis, kecuali ibu yang terkadang suka menulis puisi di buku-bukunya. Namun, terbesit dalam hati bahwa ini hanya hobi, ya hobi. Merangkai kata menjadi hobi baru buat saya. Benarkah?

Lambat laut hingga sekarang saya merasakan ini bukan sekedar hobi. Begitukah? Iya, kata orang-orang ini namanya passion. Terlalu jatuh cinta dengan menulis. Enggak hanya suka-sukaan aja dengan menulis. Terlampaui enggak bisa jauh dari menulis dan kangen jika enggak menulis. Begitulah yang saya rasakan.

Tapi, apakah benar? Saya pun berusaha memisahkan kedua kata tersebut dalam diri saya. Apakah menulis bagi saya Hobi atau Passion? Saya mencoba merangkum-nya dari hasil pengalaman saya sendiri.

Ketika Menulis Itu Hanya Hobi ...

Awalnya, saya kira pun begitu ...

Arti kata hobi menurut KBBI yang dilansir dari jagokata.com
yaitu, kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama
contoh: 'melukis itu sebagai hobi saja, bukan sebagai mata pencahariannya'

Dari penjelasan diatas, saya kira saya bisa memutuskan bahwa menulis itu hobi. Kenapa? Karena saya gemar banget sama menulis. Setelah mengenal menulis, jatuh cinta dengan kegiatannya dan ingin terus menulis setiap saat membuat saya berpikir ini adalah hobi saya yang baru saya temukan.

Saya memiliki beberapa hobi memang dari sewaktu sekolah saya senang sekali membaca, terutama komik. Saya dan kakak saya rajin menabung demi membeli komik terbaru. Enggak komik saja sih, seiring waktu saya pun suka dengan novel maupun cerita-cerita fantasi seperti Harry Potter, Lord of The Rings, Narnia, dll. Sampai akhirnya sekarang lebih suka membaca buku-buku islami. Ya, sama seperti membaca saya pikir, menulis hanya hobi yang memang baru ketahuan sekarang.

Kesenangan istimewa pada waktu senggang, ini adalah arti hobi yang kedua. Saya suka menulis di waktu senggang. Awalnya. Namun, dengan seiring-nya waktu, menulis menjadi hal yang paling utama yang saya kerjakan. Dari sini saya berpikir ulang, apakah benar menulis yang selama ini saya kerjakan hanya sekedar hobi? Jika membaca memang saya lakukan ketika senggang, tetapi lain halnya dengan menulis. Ada rasa untuk memprioritaskan menulis dibandingkan kegiatan yang lain. Jadi, apakah menulis masih hobi untuk saya?

Bukan pekerjaan utama, itu arti lain dari hobi. Jelas, menulis bagi saya pekerjaan utama. Meski memang sekarang pekerjaan utama saya sebagai seorang istri yang melayani suami dan mengurus rumah, tetapi menulis menjadi bagian dari itu. Saya pun memiliki waktu yang pasti kapan saya menulis, melayani suami atau pun mengurus rumah. Time management saya mengenai ketiga hal tersebut begitu utama bagi saya sekarang. Jadi, sekali lagi, apakah benar menulis hanya sekedar hobi?

Dari contoh diatas bahwa "melukis itu sebagai hobi saja, bukan sebagai mata pencahariannya". Saya mendapatkan mata pencaharian dari menulis. Saya banyak mendapatkan job dari menulis. Dari menulis artikel, ghost writers, menulis buku bahkan menjadi blogger pun saya sudah mendapatkan bayaran. Uang yang saya terima sangat lumayan membuat mantan karyawan seperti saya tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari sewaktu dulu sebelum menikah. Saya pun mulai yakin bahwa menulis bukan hobi bagi saya, ini lebih dari sekedar hobi.

Lalu, apakah menulis itu passion buat saya?

Ketika Menulis Itu Ternyata Passion ...

Sekarang, saya berpikir begitu ...

Seperti yang dilansir oleh apaarti.com berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa
passion berarti kb. 1 nafsu, keinginan besar. to have a p. for work bernafsu bekerja. 2 kegemaran (for pada).

Enggak beda jauh memang dengan arti hobi tetapi ini lebih spesifik lagi kepada kegiatan yang selama ini saya lakukan. Nafsu, keinginan besar, bernafsu bekerja. Seperti itulah saya menulis. Sangat memiliki keinginan besar untuk bisa menulis di berbagai media. Bisa bermanfaat untuk orang banyak. Berkeinginan bisa membuat mereka berubah menjadi orang yang lebih baik ketika membaca tulisan saya. Itulah harapan ketika saya menulis.

Enggak saya sekedar berbagi cerita, tetapi ada ilmu atau hikmah yang bisa diambil atau manfaat lainnya ketika seseorang membaca tulisan saya. Dari situlah akhirnya saya memiliki keinginan besar untuk terus menulis. Enggak hanya sekedar hobi di waktu luang, tetapi saya membuat waktu luang untuk menulis. Saya jadwalkan diri saya untuk menulis. Setiap hari menulis, entah untuk blog atau buku antologi atau outline ke penerbit atau pun hanya caption di instagram. Intinya meluangkan waktu untuk menulis.

Soal kegemaran, saya memang gemar menulis. Sangat gemar, hingga segala bentuk cara untuk menyalurkan menulis ini saya ikuti. Dari menulis artikel di berbagai macam media online, menulis sebagai ghost writer di media online, menulis di blog, maupun menulis di buku antologi atau pun untuk buku duet. Sekarang pun saya sedang menyusun buku solo (semoga bisa segera selesai). Intinya saya tetap menulis dimana pun itu dan apapun media-nya. Ada rasa aneh ketika tak menulis dalam sehari, merasa kangen dan merasa ada yang kurang. Begitulah yang saya alami.

Menurut finansialku.com bahwa passion adalah sesuatu yang tidak pernah kita bosan untuk melakukannya. Passion adalah segala hal yang kita korbankan untuk mencapai suatu tujuan. Passion tidak memikirkan untung dan rugi.

Ya, sudah satu tahun lebih dari akhir tahun 2017 hingga sekarang, saya tak pernah bosan dengan menulis. Meski terkadang ada rasa jenuh, tetapi itu jenuh karena menulis dalam genre yang sama, bukan jenuh kepada menulisnya. Dulu, sewaktu saya aktif menulis artikel. Sehari saya bisa menulis 5 artikel bahkan lebih. Namun, lama kelamaan saya jenuh dengan artikel. Lalu, saya mulai mencari hal lain. Sampai akhirnya saya menulis buku, menjadi ghost writer bahkan menjadi blogger juga hingga sekarang. Akhirnya saya pun semakin menyukai menulis. Saya bisa explore kemampuan saya dalam menulis di dalam berbagai macam kegiatan.

Waktu adalah salah satu yang saya korbankan untuk menulis. Saya bisa mengorbankan waktu hanya untuk memenuhi waktu deadline untuk menyerahkan naskah tulisan saya. Meski harus tidur larut malam dan pastinya kurang tidur. Terkadang, mengorbankan waktu yang seharusnya bersama keluarga tetapi merasa tanggung untuk menyelesaikan misi menulis. Begitulah, jika sudah bertemu dengan passion yang sesungguhnya.

Iya, saya pun tak lagi memikirkan untung dan rugi. Menulis tak ada ruginya bagi saya. Tetapi yang membuat kesal terkadang ada orang yang tega memanfaatkan untuk berbuat zhalim. Passion menulis yang saya punya seperti sengaja untuk membuat seseorang atau sebuah perusahaan untung. Astagfirullah. Tapi saya enggak mau menyerah untuk menulis. Biarlah yang sudah berlalu, itu semua ujian yang Allah berikan.

Tugas saya kembali lagi menulis dan menebarkan kebaikan sebanyak-banyaknya. Tak pernah ada ruginya buat saya. Tak lagi pun memikirkan untung rugi atau berapa pun biaya yang dikeluarkan ketika membeli buku sendiri. Paling terpenting adalah nyaman dalam melakukan kegiatan menulis. Manfaat yang saya berikan dalam tulisan tersebut bisa sampai kepada para pembaca.

Begitulah kisah saya dalam menulis. Sampai saya akhirnya menyadari bahwa selama ini menulis itu passion bukan hanya sekedar hobi. Semoga penjelasan saya mengenai ini, bisa membuat kamu-kamu yang masih bingung mengenai hobi dan passion, bisa menemukan jawabannya, ya. Semoga tulisan saya kali ini pun bermanfaat untuk kamu semua.

Salam,

Comments

  1. Kesukaan menulisku juga baru muncul belakangan ini. Saat merasakan dengan menulis aku merasakan otak kembali segar, kemarahan bisa diluapkan, kesedihan bisa disalurkan. Dan ajaibnya, dalam bentuk yang berbeda. Jadi beda banget dengan marah kemudian update status di media sosial. Sepertinya aku ingin terus menulis sampai tua nanti. Anak keduaku suka membuat cerita juga. Tapi dalam bentuk gambar karena dia belum bisa menulis dan membaca. Semoga tulisan-tulisanku semakin lama semakin baik, bermanfaat dan menghibur siapapun yang membacanya.

    ReplyDelete
  2. Ah, jadi inget diri sendiri, nih. Sebelum 2017, saya pun masih meraba2. Suka menulis, sih. Tapi belum intens dan belum nemu komunitas yang pas.
    Akhirnya saya pun sadar dan menikmati aktivitas menulis ini. Betul, nih: ga mikirin untung rugi karena udah seneng. Ada saatnya sih rezeki berupa uang itu datang sebagai bonus dari menulis baik itu via blog atau buku.

    Selanjutnya, mungkin mimpi saya adalah... being professional writer and blogger. Ngerasa masih belum pro. Tapi insya Allah tetap semangat menuju ke sana dan menikmati prosesnya :)

    TFS, Mbak Steffi :)

    ReplyDelete
  3. Sekarang kalau buat aku hobby sekaligus passion mbak. Sukaaa buat therapy hati

    ReplyDelete
  4. Wah dari penjelasannya kayaknya sama nih mba, awalnya hobi sekarang jadi passion. Rasanya ada yang kurang kalau ga nulis, apapaun medianya. Semoga bisa terus berkarya dengan menebar manfaat untuk orang lain ya mba. Salam semangat menulis.

    ReplyDelete
  5. Rasanya aq masih nyubi banget. Baru belajar nulis akhir-akhir ini.

    ReplyDelete
  6. Berawal dari hobi, jadi makin cinta saat didalami. Writing addict, apalagi saat ada transferan masuk dari hasil nulis ya Mbak ��

    ReplyDelete
  7. Awalnya hobi, terus buat terapi membunuh sepi dan merasa diri kurang berarti dan enggak dihargai...Jadi sampai sekarang pun dibayar enggak dibayar ya masih dengan hati menulis.
    Misalnya: ikut event, ada yang dapat fee ada yang enggak, ada yang dilombakan reportasenya ada yang enggak. Tapi, aku tetap nulis yang terbaik karena tujuannku biar pembaca yang tidak menghadirinya bisa tahu dan ikut dapat ilmu.

    ReplyDelete
  8. Kalo waktu pertama menulis sudah pengen bikin buku itu namanya passion ya? Saya hanya selalu ingjn menumpahkan isi pikiran yang yerus niatnya jadi sesuatu yang bermanfaat

    ReplyDelete
  9. Kalau aku kayaknya mirip Mbak Dian Restu. Awalnya emang hobi nulis status dan itu selalubpanjang. Akhirnya jadi ketagihan buat isi waktu. Kemudian merasa lebih berarti karena memberi manfaat untuk yang membaca, akhirnya menjadi passion. Meskipun frekuensinya naik-turun menyesuaikan sikon, tapi tetap menjadi gairah tersendiri

    ReplyDelete
  10. Setuju mba, apapun itu kalau udah jadi passion pasti akan kita lakukan sepenuh hati. Enggak mikir lagi untung apa rugi, yang penting melakukan hehe.. Saya pun begitu. Ngeblog juga nggak melulu mikirin duit. Yang penting nulis dan berbagi. SEmangat mba!

    ReplyDelete
  11. Sepertinya menulis buat saya masih level hobi, suka aja nulis, hampir tiap hari juga, tapi lebih sering masuk folder arsip atau diprivat... habis tulisannya banyakan curhatnya, hehe...

    ReplyDelete
  12. Awalnya saya serius nulis karena membunuh segala rasa yang ada, eh.
    Lama-lama, kok terasa ada yang hilang kalau belum menulis. Apakah itu bisa disebut passion?

    ReplyDelete
  13. Wah, saya jadi berpikir ulang mb, nulis buat saya passion atau hobi, atau keduanya. Soalnya terkadang masih berorientasi honor, duh.

    ReplyDelete
  14. kalau aku suka nulis saja dari dulu. mendokumentasikan cerita dan perjalanan dalam sebuah tulisan.

    ReplyDelete
  15. Bagi saya sendiri menulis adalah candu. Saking candunya, kadang lagi menulis saya lupa kalau saya lagi menulis.:D

    Koreksi dikit, sepertinya pada artikel di atas ada satu kata yang "mungkin" Mbakyu salah ketik, harusnya menulis jadi melukis.:D


    Semangat melukis, eh menulis! :D

    ReplyDelete
  16. Mbak steffi salah satu, idola saya untuk urusan menulis. Semoga bisa semangat terus seperti mbak

    ReplyDelete
  17. saya juga suka nulis sih. tapi selama ini ya ada dalam cangkang sendiri. saya nggak kenal banyak penulis sampai akhirnya saya ikut sekolah nulis. baru deh ketemu banyak penulis keren dan belajar banyak dari mereka. gatau kenapa saya jadi makin semangat menjalani ini semua.

    ReplyDelete
  18. Jadi tahu deh saya hobi dan passion.
    Sepertinya saya masih ke titik hobi menulis nih mb Epi. Karena masih belum bisa menemukan rasa.. heheh saya gemar menulis tetapi belum passion.

    Makasih tulisannya ini mb.

    ReplyDelete
  19. Kalau saya sepertinya menulis itu masih hobi, menyenangkan hati saja, berharap dengen menulis dapat meninggalkan jejak yang bermanfaat untuk oranglain...hmm

    ReplyDelete
  20. dulu nulis cuma sekadar hobi. Eh sekarang jadi pekerjaan hehee gak bisa jauh-jauh dari dunia menulis. Apalagi jadi editor tiap hari bercumbu sama naskah.

    ReplyDelete
  21. Mbak, kok kita samaan, hehe. Dulu sewaktu SD saya pernah beberapa kali diikutkan lomba cerpen, sinopsis, waktu SMP guru bahasa indonesia saya bilang kalau saya punya bakat nulis, tp itu gak tak gubris. Nulis cm hobi, dulu gak kepikiran sama sekali buat bisa nulis buku atau lain2. Tapi sekarang malah mbalik, kudu bisa nulis buku! Hehe...

    ReplyDelete
  22. Kalo saya sekarang kayaknya menulis bagi saya udah berubah jadi passion

    Awalnya hanya hobi tapi sekarang menulis bagi saya udah menjadi sebuah pekerjaan tetap yang harus terus dikerjakan dengan tanggung jawab bukan dilandasi oleh mood baik lagi

    ReplyDelete
  23. tapi gimanapun passion harus berawal dari hobby, dan hobby makin seru ketika udah menjadi passion, mmm intinya adalahhh mari tetap menulis sampai usia ini masih dikandung badan

    ReplyDelete
  24. saya suka menulis dari kecil. namun tidk dikembangkan. Lalu mulai digali lagi pada tahun 2009. Lalu berhenti lagi karena kerja pabrik. nah pas kerja di pabrik, saya sangat ingin menulis, apalagi aps sibuk-sibuknya. Saya sering bertanya, sebenarnya passion saya di mana? kerja di pabrik apa menulis? akhirya pertengahan 2018 saya resign, dan berniat mendalami ilmu kepenulisan. Saya yakin passsion saya di sini,meskipun belum bisa menghasilkan apa-apa, selain tulisan-tulisan yang saya post di blog. Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  25. Saya juga memulai menulis sebagai hobi Mbak dan keinginan untuk. Berharap bisa masuk golongan menulis jadi passion heheh😊. Aapun itu.. Semoga kita istiqomah ya Mbak dan teruslah menulis untuk menebar manfaat dan kebaikan🙏🤗

    ReplyDelete
  26. Wah ulasan tentang perjalanan menulisnya lengkap Mbak, jadi paham tentang arti menulis sebagai hobi dan menulis sebagai passio, krn sebelumnya juga saya sering bertannya pada diri sendiri, menulis ini hanya sekadar hobi atau passion.

    Dan setelah baca postingan ini, saya jadi tahu jawabannya. Thanks for sharingnya mbak

    ReplyDelete
  27. Selamattt yess sudah menjadikan menulis sebagai passionmu dekkk...
    Semoga langgeng til jannah *aihh apaan sihhh hhiiihii

    ReplyDelete
  28. Dulunya hobi saja sekarang Alhamdulillah sudah jadi passion

    ReplyDelete
  29. Awal menulis 2009 karena enggak bisa kerja kantoran
    Ya udah daripada di rumah tolah toleh mending nulis aja
    Walau di sisi lain sejak dulu suka nulis tapi enggak kebayang bakal jadi penulis yang fee ny fluktuatif wkkkwk
    Ternyata enggak saya aja yg nulis karena kecelakaab cem gini y mb hahaha
    Sukses terus mb stef

    ReplyDelete
  30. Menulis dulu jaman msh mudah aq menanggapnya hobi aja. Sekedar curhatan hati di buku hsrianku. Tapi serius saat jd kukiah krn yg kupilih juga jurusan yg bnyk praktek mrnulisnya. Sempat mndeg 2 dasa warsa dan akhirnya menyadari diri klau nulis itu dunuaku, passionku jd thn 2018 jadi tonggak sejarah aq balik lgi ke dunia nulis.

    Banyak tmn di komunitas baik online n offline membuatku smngat untuk menukis. Ttg sisi lain dr mnulis seperti dpt mnghasilkn fee itu no sekuan. Yg pnting bisa fokus dulu dlm menulis serta konsisten. Semua akan mengikutinya. Semngat menulis yukkk...

    ReplyDelete
  31. Sampai sekarang saya masih bingung menulis itu hobi atau passion ya, sekarang kalau gak nulis rasanya ada yang kurang dan ingin segera dibagikan di blog saya, apakah itu yang dinamakan passion? Ntahlah saya tidak tahu *jadibingungsendiri* *jawabsendiri* oiya salam kenal ya mba :)

    ReplyDelete
  32. Setuju kak, yang penting terus berusaha tanpa mengenal lelah ya, pasti nanti Allah mudahkan untuk bertemu jalan yang tepT

    ReplyDelete
  33. dulu jaman bocah pernah nulis buku harian, awal2 aja semangat
    selanjutnya mah ambyar wkwkw
    lalu beberapa waktu kemudian nulis lagi, ambyar lagi, gitu aja terus sampe lebaran hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan tunggu saya approve komentar kamu, ya. Terima kasih telah meninggalkan komentar.