Monday, August 13, 2018

# backpacker # hiking

Hiking ke Suku Primitif, Baduy Dalam yang Tak Terlupakan!

Hai, Sobat Blogger!


Suku Baduy Dalam yang berada di Ciboleger sebelum pendakian dimulai

Kali ini saya akan menceritakan traveling saya ke suku Baduy. Perjalanan saya ini begitu berkesan karena ini pertama kalinya buat saya. Pendakian ke suku Baduy ini seperti naik gunung karena naik turun bukit dan perjalanannya curam untuk dilewati. Tentu tidak mudah untuk saya yang baru pertama kali melakukan pendakian.

Bermodal hanya sekitar 200ribu, saya dan beberapa teman kampus serta kakak saya setuju untuk 
traveling kesana. Meeting point di stasiun Rangkasbitung membuat saya dan kakak saya berniat naik kereta KRL dari stasiun Kebayoran Lama. Dari sana ke stasiun Rangkasbitung hanya sekitar 1-2 jam saya tanpa perlu transit.

Setelah bertemu dengan semua teman-teman backpacker. Kami melanjutkan perjalanan dari stasiun Rangkasbitung ke daerah Cibolenger. Hanya sekitar 1 jam kami sudah sampai di Cibolenger, Baduy Luar dengan menggunakan mobil elf.

Awal saya diajak traveling kesini kaget karena kok bisa ada suku primitif seperti Baduy ini begitu dekat dengan pusat kota Jakarta. Hanya butuh kurang lebih 3 jam kami susah sampai di daerah Baduy ini. Tepatnya, Baduy Dalam ini ada di daerah Banten.


Saya dan teman-teman backpaker berfoto dengan Suku Baduy Dalam sebelum melakukan pendakian 

Perjalanan kami tentu masih jauh karena yang kita tuju adalah suku Baduy Dalam, bukan di Suku Baduy Luar. Jadi, sejarahnya suku baduy ini memang terdapat 2 suku yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Perjalanan Suku Baduy Dalam lebih jauh berada belasan kilo dari Ciboleger ini.

Suku Baduy Luar seperti kita umumnya tak banyak peraturan yang harus dipatuhi. Berbeda dengan Suku Baduy Dalam, begitu banyak peraturan didalamnya yang tak boleh kita langgar. Tentu ini juga berlaku untuk para wisatawan yang datang kesana.

Wisatawan yang mengunjungi Suku Baduy Dalam ada beberapa barang bawaan yang harus dibawa seperti membawa beras satu orang satu gelas kecil, lalu membawa sarden, membawa mi instan, saus dan telur. Karena tujuan kita akan menginap sehari di Suku Baduy Dalam tentu kami harus menyiapkan segala makanan sendiri agar tak menyusahkan penduduk asli disana.


Jalanan licin dan curam saat menuju Suku Baduy Dalam

Jalanan yang terus menanjak dan harus super hati-hati agar tak terpeleset

Perjalanan kami dari Cibolenger hingga Suku Baduy Dalam berjarak 12 km. Ini ditempuh dengan berjalan melewati berbagai macam jalanan curam, tebing di kanan kiri dan banyak jalanan licin. Persis seperti kita naik gunung. Badan harus fit agar tak menyusahkan teman-teman yang lain.
Namun, jangan khawatir karena akan ditemani oleh para Suku Baduy Dalam yang begitu ramah. Mereka yang akan jadi guide perjalanan kami yang berjarak 12 km sekitar 4-5 jam perjalanan. Wah, tentu ini perjalanan yang sangat lama dan melelahkan.

Perjalanan menuju Suku Baduy Dalam tentu melewati daerah Suku Baduy Luar, disini kami masih bebas untuk berfoto karena jika sudah masuk Suku Baduy Dalam kami tak boleh berfoto lagi. Itu sudah peraturan dari mereka yang harus dipatuhi oleh kami para wisatawan yang kesana, jika ada yang melanggar tentu ada konsekuensinya dari mereka. Malah katanya ada yang nekat berfoto di Baduy Dalam fotonya hitam pekat tak ada gambarnya. Wah, seram ya.


Foto diambil saat di Baduy Luar, ini rumah Suku Baduy

Makanya kami kesana tak ingin banyak masalah jadi menurut saja dengan peraturan dari Suku Baduy Dalam ini. Orang-orang Suku Baduy Dalam sangat kuat loh, mereka tak pernah menggunakan alas kaki karena tak boleh, memang seperti itu peraturan daerah mereka. Naik kendaraan darat, laut dan udara pun mereka juga enggak boleh. Hanya boleh berjalan kaki saat berpergian tetapi hanya boleh lelaki saya yang berpergian untuk perempuannya hanya boleh di desanya untuk mengurus rumah dan anak-anak.

Meski perjalanan yang kami lewati tak mudah perjalanan dari jam 1 dan sampai Suku Baduy Dalam sekitar jam 5 sore membuat saya dan teman-teman yang lain tak merasakan kelelahan saat sampai. Begitu indah, asri dan nyaman di dalam daerah Suku Baduy Dalam ini. Membuat kami merasakan bahwa di pedalaman ini begitu terawat tanpa adanya hal-hal modern yang mengganggu kehidupan mereka disini.


Foto terakhir sebelum masuk ke Suku Baduy Dalam. Jembatan ini pembatasnya.

Sabun untuk mandi dan pasta gigi untuk sikat gigi saja tak boleh di pakai disini. Mereka bilang bahwa akan merusak lingkungan alam di Suku Baduy Dalam. Kami pun menurut saat mandi di sungai tak menggunakan sabun dan pasta gigi. Kehidupan mereka di pedalaman ini begitu teratur dan sangat harmonis. Mereka begitu ramah dan sopan kepada kami para wisatawan dan sangat membantu saat kami banyak ingin tau tentang Baduy Dalam. Malah sesekali mereka pun mengajak kami bercanda. Wah, humoris banget loh orang Suku Baduy Dalam.

Setelah sehari menginap di pedalaman Suku Baduy Dalam perjalanan pulang kami ke Ciboleger begitu panjang karena 14 km harus kami lalui. Perjalanan pulang berbeda dengan perjalanan kami datang, makanya jarak tempuhnya pun begitu melelahkan.


Jembatan akar saat perjalanan pulang, Masya Allah.

Namun, jangan khawatir ya kalian yang akan kesini tak akan menyesal loh. Kita akan menambah pengetahuan mengenai sejarah Indonesia. Selain itu, mengenal budaya, adat istiadat dan perbedaan yang terjadi di dunia modern kita dengan dunia primitifnya Baduy Dalam. Kita pun akan semakin bersyukur bahwa Allah begitu indah menciptakan manusia dengan berbagai macam perbedaan budaya. Belum lagi alam yang diberikan pada pedalaman Suku Baduy Dalam yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata. Hanya bisa berkata Masya Allah.

Yuk, untuk kamu yang dekat dengan Jakarta, bisa traveling wisata budaya ke Baduy Dalam. Memang sih pendakiannya enggak mudah tetapi untuk seumur hidup sekali sepertinya harus di coba. Semoga bermanfaat ya.


Salam,
steffifauziah

37 comments:

  1. Asikk yaa traveling ke alam terbuka. Saya sudah lama pengen ke Badui Dalam tapi belum terwujud. Setidaknya dengan membaca artikel ini ada gambaran tentang suku Baduy Dalam. Thx yaa infonya mb Steffi...salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mba, semoga suatu saat nanti dapat terwujud ya. Aamiin.

      Delete
  2. Wiiihh, seruuuu. selalu penasaran dengan suku yang satu ini mba. thanks infonya ^,^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba senang bisa berbagi hehe.

      Delete
  3. Suku Baduy adalah suku yang selalu bikin penasaran untuk mengenalnya lebih jauh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mba, saya pengin kesana lagi tapi lewat jalur pintas wkwk.

      Delete
  4. Pergi ke Baduy itu salah satu impian. Tapi ya kayaknya belum cocok kalau sekarang karena anak2 masih piyik semua. Tapi tetep jadi salah satu wishlist sebagai orang jakarta. Thanks cerita perjalanannya ya Kak. Sukak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba. Iya kalo bawa anak kecil kasian karena perjalanannya berat. Mungkin kalo hanya suku Baduy Luar aman sih. Sama2 mba senang bisa berbagi.

      Delete
  5. Wha.. petualang hebat ini. Dhika lihat jembatan akarnya aja udah merinding. Mereka welcome banget sama pengunjung luar ya mbak? Semakin penasaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, saya aja ngelewatinnya minta di tuntun orang baduy gak berani sendiri. Takut wkwk. Ramah banget mba mereka seneng ada yang mengunjungi mereka hehe.

      Delete
  6. Tempatnya masih asri bangett yaa... Saya suka sebetulnya traveling ke alam terbuka gitu, tapi karena sudah ada anak jadi sedikit selektif mengunjungi tempat wisata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba ini mah untuk anak muda yang pada belum nikah kaya saya wkwk. Seneng sih bisa puasin traveling dulu sebelum berumah tangga nantinya hehe.

      Delete
  7. Keren banget mba bisa langsung terjun dan bercengkrama sama suku baduy dalam.. ingin banget rasanya bisa travelling seru kaya gini.. nice experience mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, ayok mba dicoba yuk hehe. Insya Allah jadi pengalaman yang tak terlupakan.

      Delete
  8. Pas bangeeet. Rencananya dua bulan lagi mau jalan-jalan ke Baduy. Menurut, Mbak, kalau bawa anak-anak lokasi dan situasinya gimana, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak-anak umur berapa mbak? Perjalananya lumayan sulit medannya terus jauh lagi 12-14 km. Kalau mau ke baduy luar aja mba lebih manusiawi untuk anak-anak. Takutnya kalo kejauhan kasihan mereka.

      Delete
  9. Kereen...dr dulu ga ke sampaian mau ke sana. Bolak-balik jd ditinggal sama rombongan teman anak..kapan ya bisanya? Mupeeeng euuy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok mba dijadwalkeun hehe. Minimal seumur hidup sekali. Semoga ada waktu kesana ya mba.

      Delete
  10. Mereka benar-benar menjaga kebersihan lingkungan ya ... sampai-sampai enggak boleh menggunakan sabun dan pasta gigi.
    Udah lama saya dengar peradaban Suku Baduy, tetapi belum pernah berkunjung ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba baju aja jait sendiri dan gak boleh beli baju modern. Terus semua peralatan masak jg buat sendiri gak ada yg pakai modern gitu. Wah pokoknya bener2 kaya tinggal di jaman dulu gitu. Beda banget. Makanya untuk anak modern kaya kita jadi semakin mengenal budaya indonesia yang bermacam-macam. Semoga nanti kesampaian ya mba mampir ke Baduy.

      Delete
  11. Dari dulu saya kepo banget sama suku Baduy. sayang belum punya kesempatan bertemu secara langsung sama mereka. Keren kayaknya ya mba.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seruu pengalaman yang bener2 enggak bakalan terlupakan. Udah gitu mereka ramah banget bikin betah ngobrol wkwk. Semoga nanti ada kesempatan kesana ya mba.

      Delete
  12. Masya Allah, jadi beneran semua masih alami, sampai sikat gigi, odol pun enggak make..bener-bener terjaga lingkungannya pasti. Untuk anak-anaknya sekolah ada enggak Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes mba mereka mandi sabunnya dari daun apa gitu, terus sikat giginya dari akar pohon. Tapi anehnya mereka gak bau badan loh. Giginya juga putih2 wkwk. Bikin iri.

      Delete
    2. Anak sekolah banyak mba yang kesana tapi biasanya anak2 diatas SMP mba, karena perjalanannya lumayan menguras tenaga. Takutnya gak kuat saat melakukan pendakian.

      Delete
  13. Seruuuu...
    Tapi kalo mendaki sekarang keknya udah engap duluan stef, akunya. Duh, pengen balik muda rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw, mba dian kudu nyobain mba, aku juga enggap kok. Nanti kalo capek ditinggal duduk aja di jalan sampe enggapnya ilang hehe.

      Delete
  14. Waaaw seru banget mbak bisa backpacker gitu di alam terbuka serasa menyatu dengan alam ya mbk mana. Backpacker gitu ada komunitas nya ya? Seru kalau bisa ikutan traveling bareng komunitas backpacker ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak kok mba komunitas backpacker, ada IG-nya juga. Kalau saya dulu kebetulan teman punya tour travel ala backpacker yang harganya anak kost banget. Jadi ngintilin aja mereka pas buka tour hehe.

      Delete
  15. Wah seru banget mbak perjalanannya, sy jadi takjub juga ada suku primitif dengan lokasi dekat Jakarta. Pernah lihat di tivi, mgkn itu suku baduy luar ya. Poto2nya juga kece. Perjalanan keren, sekalian mensyukuri ciptaan Allah meski harus melalui jalanan curam ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Alhamdulillah masih diberi kenikmatan bisa hiking kesana. Meski perjalanannya begitu melelahkan hihi. Yuk coba kesana mba.

      Delete
  16. Mbak, aktivin buat komen URL nya dong hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari awal udah aktif kok mba, apa masih ada kendala buat komen?

      Delete
  17. Seru bgt hikingnya.. tapi paling merinding pas lihat jembatan dari akar pohon 😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe emang mba, menakutkan lewat situ tapi seru kok. Ada orang suku baduy-nya yang nanti memandu hehe.

      Delete
  18. waktu SMA udah pernah kesana, sayang belum jaman kamera canggih jadi nggak ada dokumentasi berarti T_T

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayok atuh kesana lagi, kangen-kangenan sama suku baduy hihi.

      Delete

New Post

4 Tips Untuk Selalu Super Hati-Hati Saat Akan Menjadi Kontributor di Sebuah Penerbit Indie, Pengalaman Pahit Saya Ini Semoga Bisa Menjadi Pelajaran Kita Semua, Ya!

Hai, Sobat Blogger! Dari judulnya berasa banget ya ada yang enggak enak, hihi . Iya, ini pengalaman pribadi saya yang tak pernah saya p...

Follow Me @steffifauziah

Instagram Feed