steffifauziah's blog

Writing with Heart, Love, and Feel Happy!

Don't Tell People Your Plans, Show Them The Result!

Hai, Sobat Blogger!

Show Them The Result

Sering denger enggak sih quote judul diatas? Ada yang tahu artinya? Tentu sudah tahu dong, ya, hehe. Intinya nih jangan beritahukan apa yang kita rencanakan tapi tunjukan kepada mereka hasilnya.

Emang kenapa sih kita enggak boleh menceritakan apa yang sedang kita kerjakan atau rencanakan?

Kalau buat saya pribadi sih, ya. Itu rahasia, hehe. Soalnya saya pernah punya pengalaman yang kurang menyenangkan perihal ini. Saya pernah menceritakan mau menulis apa di blog pada sebuah grup WA. Eh enggak berapa lama ada yang ambil ide tersebut dan di posting di blognya. Wagelaseh, wkwkwk.

Bikin saya yang dulu masih blogger newbie langsung jiper dan minder, haha. Iya karena yang ambil ide saya itu sudah blogger senior yang tulisannya hampir seribu di blognya. Wah, saya cuma bisa heran aja sih waktu itu, hehe. Berarti ide saya keren banget yes sampai ditikung segala, haha.

Baca juga Ini Loh Keseruan Jadi Mentor

Ya, sebenarnya emang enggak masalah sih, ya. Kita tetap bisa menulis dengan ide yang sama. Pasti hasilnya tetap saja berbeda. Dikarenakan yang menulis juga beda orang, ya. Pasti hasil tulisannya juga enggak bakalan sama kecuali plagiat, hehe. Tapi dari situ saya jadi berpikir lebih panjang tentang yang namanya "planning".

Saya pernah baca sebuah hadits, yang isinya seperti ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,

“Bantulah kesuksesan hajat-hajat kalian dengan merahasiakannya, karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi sasaran hasad orang lain."
(HR. ath-Thabrani, silsilah shahihah: 1453)

Dari hadits diatas itulah saya jadi lebih berhati-hati untuk tidak bermudah-mudahan dalam menceritakan rencana saya ke depan. Jika orang-orang suka untuk memberitahukan resolusi mereka dan di posting di sosial media pada setiap akhir tahun. Saya biasanya lebih suka menuliskannya di notes. Selain lebih aman juga pastinya bisa terhindar dari sasaran hasad orang lain, hehe.

Tapi ini pendapat saya pribadi. Jika ada yang lebih suka memberitahukan planning ke khalayak ramai dengan tujuan agar bisa lebih semangat untuk menggapai resolusi tersebut, ya tak apa juga sih. Semua itu kembali ke pribadi masing-masing aja, ya.

Baca juga Tak Ada Batasan Ide Ketika Menulis, Benarkah?

Nah, dari quote di judul itulah saya jadi punya beberapa hal yang ingin saya share di sini. Apa saja itu? Simak langsung ulasannya berikut ini :

1. Belajar Untuk Menjaga Rahasia

Show Them The Result

Buat perempuan nih, biasanya susah banget untuk menjaga rahasia. Bener enggak? Jika ada teman sedang menceritakan kisahnya, terus kita sebagai pendengar biasanya sudah ada janji untuk tidak menyebar luaskan. Eh tapi enggak berapa lama kita bakalan cerita ke teman lainnya dengan berkata begini, "Tapi inget, ya, jangan bilang siapa-siapa". Nah, ada yang sering begini juga? Haha.

Menurut saya quote "Don't Tell People Your Plans, Show Them The Result" membuat kita belajar untuk menjaga rahasia. Baik berita baik atau berita buruk. Menjaga juga perasaan orang lain. Kebayang enggak sih misal orang tersebut lagi jatuh dan terpuruk. Lalu melihat kita posting senang-senang terus menerus enggak pakai aturan. Pasti ada rasa iri di hati orang yang sedang terpuruk tersebut. Terus orang tersebut hasad deh ke kita. Duh, jangan sampai, ya.

Nah, jadi coba deh lebih di pilah pilih lagi untuk menyebarkan ke sosial media, ya. Jangan semua hal di share, hehe. Kita pun juga butuh privasi dan menjaga hati orang lain juga.

2. Tidak Bermudah-mudahan Untuk Share Berita

Yap, mau berita baik atau buruk setidaknya kita tidak bermudah-mudah untuk memberitahukan ke khalayak ramai, seperti sosial media. Jika memberitahukannya ke keluarga atau orang terdekat itu berbeda, ya. Dikarenakan mereka sudah tahu kita itu seperti apa luar dalam. Sedangkan orang lain belum tentu kenal kita.

Baca juga 9 Kiat Agar Tetap Produktif Menulis

Jika kita saja yang harus berhati-hati untuk share berita baik, apalagi dengan berita buruk. Berita buruk beda dengan berita duka, ya. Berita buruk yang dimaksud ini berita yang membuat cemas orang lain. Membuat mereka yang membaca ketakutan dan sampai membuat orang tersebut mengalami depresi.

Emang ada baiknya kita lebih berhati-hati share berita, ya.

3. Lebih Sering Berpikir Dulu Sebelum Bertindak

Show Them The Result

Kadang memang kita suka enggak sadar dalam bertindak. Apalagi untuk mereka yang ceplas ceplos. Biasanya lebih sering bertindak dulu baru berpikir dampaknya. Nah, dengan quote "Don't Tell People Your Plans, Show Them The Result" ini kita akan berpikir dua kali atau bahkan lebih dari itu ketika mau bertindak.

Setidaknya kita bisa berpikir ulang dan apakah emang pantas untuk di share atau tidak hal ini. Lebih menjaga juga untuk tidak menyakiti orang lain. Jika yang di share memang dapat membuat orang lain merasa sakit hati. Semoga kita bisa lebih sadar akan hal ini, ya.

4. Lebih Fokus Untuk Segera Menyelesaikan Planning

Daripada sibuk berkoar-koar ke sana kemari tentang rencana yang akan kita lakukan. Lebih baik segera lakukan rencana tersebut deh. Jadi bisa lebih fokus untuk segera menyelesaikan. Bener enggak dong, ya?

Malah kadang ada perasaan puas hanya karena sudah koar-koar apa planning kita. Padahal belum mengerjakan sama sekali, haha. Ini saya pernah juga merasakannya. Berasa rencana tersebut pasti dikerjakan dengan baik. Nyatanya? Koar-koar doang ke orang-orang, dikerjakan juga kagak, wkwkwk.

Baca juga 7 Skill yang Harus Penulis Punya, Selain Skill Menulis Pastinya!

Oleh karena itulah, emang paling enak tuh diam-diam tapi fokus. Hingga nantinya berhasil dan sukses. Setuju?

5. Tidak Ada Beban Ketika Planning-nya Belum Terselesaikan

Show Them The Result

Bener kan? Ketika kita sudah koar-koar ke sana kemari dan tiba-tiba ada masalah dalam rencana tersebut. Hingga akhirnya belum berhasil selesai dengan tenggat waktu yang sudah ditentukan. Kita pasti punya beban lebih dibanding dengan yang tak koar-koar dan diam-diam aja.

Setidaknya kita bisa tenang dengan masalah yang ada. Namanya planning kan sekedar planning, ya. Kita enggak pernah tahu kedepannya bagaimana. Bisa jadi emang beneran berhasil, bisa jadi juga enggak.

Nah, yang lebih mengkhawatirkan lagi nih. Bisa jadi planning kita gagal karena ada yang hasad dengan kita. Wah, serem sih kalau begini mah. Kalau saya emang lebih suka diam-diam aja sekarang deh, haha. Jadi enggak ada beban juga juga ketika rencana tak selesai tepat waktu.

Tapi balik lagi, ya. Setiap orang berbeda. Bisa jadi karena ada beban tersebut malah bisa cepat usai dan jadi penyemangat. Ada juga yang kaya saya kalau ada beban malah down, haha. Kalau kamu tim mana nih?

6. Menjadi Manusia yang Lebih Rileks

Dikarenakan tidak menceritakan rencana ke orang lain, kita jadi lebih rileks. Kenapa malah jadi lebih rileks? Iya karena kita bisa mengerjakan semua rencana dengan tenang. Enggak ribet ditanyain mulu sama orang lain.

Baca juga Menulis Itu Hobi atau Passion?

Misal nih kita bilang ke semua orang kalau sedang bangun rumah mewah 4 lantai plus ada kolam renangnya. Teman-teman yang tahu kan pasti kepo. Apakah sudah selesai bangun rumah 4 lantainya? Pasti enggak sabar juga pada mau main ke rumah dan berenang gratis. Apalagi apesnya kita lagi kesulitan dana perihal itu.

Eh, ribet banget emang orang lain mah, menik riweuh, wkwk. Makanya kalau saya mah diam-diam aja udah. Tiba-tiba rumahnya jadi, terus undang teman-teman untuk main deh, hehe. Malah lebih seru karena bikin kaget, wkwkwk.

7. Hati akan Lebih Puas dengan Hasil yang Maksimal

Show Them The Result

Emang apa yang kita lakukan tanpa koar-koar akan lebih exclusive, hehe. Jadi, pas orang tahu akan kaget dan enggak nyangka. Terus apa yang mereka kasih ke kita juga lebih membahagiakan gitu. Dikarenakan kita enggak membuat orang lain sakit hati dengan rencana-rencana kita.

Hati kecil juga akan lebih bangga sama diri sendiri. Dikarenakan berhasil untuk tetap diam seribu bahasa dan fokus menyelesaikan planning tersebut. Buat saya sih ini menyenangkan banget, hehe.

Baca juga Ketika Aku Memutuskan Menulis, 10 Hal Ini Tak Akan Pernah Terlupa!

Itu tadi beberapa hal yang mau saya share perihal quote "Don't Tell People Your Plans, Show Them The Result". Tetap ya balik lagi ke diri sendiri, karena emang semua orang itu enggak sama. Buat saya pribadi menjaga perasaan orang lain itu perlu. Makanya enggak mau terlalu menunjukkan kesenangan ketika sedang bahagia. Biasa aja kalau sama orang lain, ketika sendiri atau bersama orang terdekat baru deh gila-gilaan hebohnya, haha.

Intinya menjaga hati orang lain itu perlu loh. Terkadang hati kita juga ingin dijaga dari banyak hal kan. Kalau saya sendiri bosan banget jika ada orang yang selalu koar-koar tentang rencananya atau memperlihatkan kebahagiaan begitu lebaynya. Sampai semua sosial media dan statusnya isinya sama, wkwkwk. Apalagi kalau kita lagi bad mood, duh berasa banget orang paling enggak beruntung di dunia ini, wkwkwk.

Semoga kita bisa lebih bijak dalam hal ini, ya. Insyaallah. Kita bisa bahagia secukupnya di depan orang lain dan tidak mudah untuk share berita baik yang kira-kira membuat orang lain hasad kepada kita.

Kalau menurut kamu quote tersebut memiliki makna apa nih? Yuk, sharing di bawah ini, ya. Semoga tulisan ini bermanfaat!

Salam,

Comments

  1. Kalau saya untungnya blognya sepi, nggak ada yang lihat. Jadi hal-hal yang agak penting tetep ditulis di blog. Tapi nggak dishare ke media sosial yang lain. Malu 😅. Dan memang jadi nggak ada beban ketika cuma diri sendiri yang nyimpen tujuan itu.

    ReplyDelete
  2. akupun belajar untuk nggak menunjukan proses...
    kecuali sudah adah ada hsilnya... saat itu baru aku ceritain (flash back) tentang prosesnya gimana

    ReplyDelete
  3. Setujuuuuu Ama quote tersebut. Aku termasuk yg ga terlalu mau tulis planning di awal tahun. Kalopun aku tulis cukup di agendaku aja. Target dan progress pencapaiannya seperti apa.

    Kenapa males gembar gembor, Krn takut ga kecapai, trus malu sendiri hahahaha. Jd mending kita aja yg tau ya mba ;) . Ato org terdeket kayak suami lah . Kalopun ga achieve sesuai planning, bisa didiskusikan bareng salahnya di mana :)

    ReplyDelete
  4. Jadi ingat tulisan saya beberapa waktu lalu tentang Menjaga Privasi Tetap di Ranah Pribadi.

    Di dalam literasi Jawa ada istilah "Sepi ing pamrih, rame ing gawe" yang kurang lebih meaningnya sama dengan quote yg dirimu cuplik ini mbak.

    Saya sendiri punya temen yang hobinya koar-koar pengen ini, pengen itu, mau gini, mau gitu. Dan nggak ada yang kelakon karena terlalu sibuk nanya, "Eh aku kalau gini gimana ya?" atau "Caranya ini gimana sih?" ke sana ke mari, tapi nggak mulai-mulai.

    Kadang kasihan lihat dia jadi bahan ketawaan orang karena ceplas-ceplosnya itu. Tapi tampaknya dia memang menikmati itu, ya sudah lah...mau gimana lagi.

    Memang ada baiknya keep silent alias diem-diem aja. Kadang, semakin sedikit yang orang tahu, semakin baik.

    Bukan begitu mbak?

    ReplyDelete
  5. Bener mba, apalagi buat saya yang moody-an, kayaknya malu gitu kalo udah koar-koar tapi ternyata minatnya hilang ditengah jalan

    ReplyDelete
  6. Aku setuju padamu Mba, mending diam-diam lantas boom dengan karya
    aku tipe yang begitu, semoga kita diberi kekuatan untuk terus survive.
    Tapi kadang ada rasa pengen bilang, aku harus nulis buku 1 tahun ini gitu biar maksimal semangatnya tapi kadang udahlah ya biar kita sendiri yang tahu dan Tuhan eheheh

    ReplyDelete
  7. Adem ih bacanys, soalnya aku juga setuju dengan lebih baik diam, bekerja dalam diam... Biar Tuhan dan kita yg bekerja dengan tangannya... Aku suka bgt kalimat jangan sampai orang sakit hati dengan rencana2 kita.. Semoga bisa menjaga diri dan rahasia...makasiy Mbaa remindernya

    ReplyDelete
  8. Terima kasih buat tulisannya, Mba.

    ReplyDelete
  9. Setuju Mbak. Saya juga tipe yang kayak begini lho, kurang suka publikasi diri sendiri hahaha. Biarlah tidak terkenal yang penting kebermanfaatn kita bisa dirasakan oleh orang lain. Kalau saya pribadi juga merasa malu kalau koar2 dulu, tapi belum ada hasilnya. Ntar kalau sudah bethasil, baru deh kita berbagi.

    ReplyDelete
  10. Iya sih, Kdang suka sebel juga kalau udah cerita pingin begini dan begitu eh malah diserobot. atau malah jadi beban kalau pas rencananya nggak terlaksana.

    Jadi mending mah diem dan tinggal kasih tunjuk aja hasilnya.

    Yuni sepakat nih.

    ReplyDelete
  11. Wah bener juga nih mbak. Bahaya ya kalau kita banyak koar-koar di luar tapi sebenarnya kerjaan nggak kelar-kelar. Kalau udah males main kipas status, upload IG langsung auto share FB dan Twitter. Hihi... kadang saya gitu

    ReplyDelete
  12. Setuju mba, nggak usah terlalu banyak open sama orang lain soal rencana kita. Yang ada belum tentu mereka ngedukung. Biasanya malah banyak yang mencibir dan meragukan kemampuan kita hahaha. Mending simpen sendiri dan bagikan hanya kepada orang terdekat dan terpercaya. Nanti kalau udah berhasil, baru kita pamer #ups hehehe

    ReplyDelete
  13. Wah aku baru tahu lho mba hadist merahasiakan itu. Aduh jadi malu aku. Kok baru tahu. Kemana aja aku selama ini. Aku malah penasaran jadinya gimana ceritanya bisa muncul hadist itu. Pengen tahu aja sejarahnya gimana dan mana yang sebaiknya kita bicarakana mana yang tidak

    ReplyDelete
  14. Nah, aku setuju, tidak mudah share berita. Harus disaring dulu dan dipikirkan efeknya. Menjadi manusia yg lebih rileks, malah hasilnya bisa maksimal yah...

    ReplyDelete
  15. Setuju nih, berhentilah berbicara dan mulailah bekerja. Soal planning cukup kita yang tau, biarkan orang lain menikmati hasilnya saja tnpa tau prosesnya.

    ReplyDelete
  16. Saya pernah mengalami yang kayak gini. Punya ide yang dilontarkan di sebuah group, baru juga ide itu mau diolah eh tiba-tiba udah ada yang mewujudkan ide itu. Kaget banget saya. Tapi sudahlah, mungkin ide itu memang rezeki buat dia.

    ReplyDelete
  17. Selalu suka sama tulisan kak stefii. Btw saya juga sering ngalamin ketikung, ga cuma ide tapi pasangan juga. Tapi setuju banget si, apa yang di simpan dan tidak di koar"an itu bisa jadi hal yang exclusive.

    ReplyDelete
  18. Nomer 1 itu bener banget hehe.
    Aku pun Tipe orang yang diem aja lah ntar kalo karya dimuat insyaAllah semua orang jg akan tau kan.
    Wah, pengalaman ide yg diambil itu juga saya pernah banget ngalamin juga. Hahaha. Tapi yasudahlah yaa hihi

    ReplyDelete
  19. Dulu aku juga suka bikin resolusi yang diposting di media sosial, Mbak. Tapi kapok ah, nggak mau lagi. Soalnya ya gitu, malah jadi euforia di depan aja. Selebihnya nggak aku kerjakan. Memang lebih baik diam-diam aja, lalu tiba-tiba wuzzz menghasilkan kabar gembira. Meskipun susah loh menjalankan ini. Bawaannya pengen ceritaaa aja. Apalagi sama teman yang dekat ya, hihihi ...

    ReplyDelete
  20. Setuju Mbak. Apa yang diinginkan memang tidak harus disampaikan, karena yang penting bagaiman kita mewujudkannya dan orang lain tinggal melihat bagaimana hasilnya saja.
    Jadi lebih tenang dan berusaha untuk nggak sombong juga deh.

    ReplyDelete
  21. Semoga semua rencana dan impian mba Steffi di tahun ini bisa terkabul semua aamiin 🥰. Selalu salut dengan pencapaian mba Steffi yang luar biasa. Tetap semangat, fokus, dan menginspirasi ya, mba. Btw jangan lupa kalau ada job, ajak-ajakin lagi hahahaha 😂😂😂😂. Maaf mbakku becanda.

    ReplyDelete
  22. Bener sih mba, menurutku juga gitu. Karena "hasil" akan membungkam mulut orang2 yang menertawakan rencana2 kita.

    ReplyDelete
  23. Suka sama tulisannya kak. Saya bukan orang yang suka ngumbar2 hal pribadi. G da untungnya buat orang lain. Mereka hny dpt ceritanya aja. Jd lakukanlah yg menurutmu bermanfaat untuk byk orang.

    ReplyDelete
  24. Ketawa sendiri saya membacanya. Menohok Mba Steffiiii. Hihihihi. Suami saya beberapa kali kena nih di kantornya. Idenya diambil temannya, dan ternyata ide temannya itu diapresiasi atasan. Memang belum rezekinya. Tapi benar itu, untuk beberapa ide besar sebaiknya dieksekusi sendiri.

    ReplyDelete
  25. Talk less do more ya mbak😁
    Malu sendiri kan klo kita udah koar² tapi ternyta gak berhasil huh muka mau di taruh di mana yak.

    ReplyDelete
  26. Meskipun kelihatannya sepele, tapi menjaga rahasia itu tak mudah ya.. apalagi wanita yg kodratinya udah cerewet dan terlalu senang berbagi 🤣

    ReplyDelete
  27. Meskipun kelihatannya sepele, tapi menjaga rahasia kadang tak mudah. Apalagi buat perempuan, krn kodratinya cerewet dan terlalu senang berbagi hahaha

    ReplyDelete
  28. Pengalaman banget kalo ini saya mba, dulu berapa kali kena tikung. Padahal maksud kita baik, eh malah main belakang ��

    Kapok mba, walo dikata orang pelit, yah mo gimana lagi, terima aja. Karena sebenernya saya gak bermaksud begitu, hanya sedang menghindari efek kedepannya nanti ��

    ReplyDelete
  29. Kok aku jadi penasaran ya 🤭🙈 siapa blogger senior yang tega begitu hihi. kadang diriku pun begitu. Berusaha jaga ide eh tapi gak dijalankan.

    ReplyDelete
  30. Betul bgt, pernah soalnya apa yg mausaya kerjakan udab keduluan kaean yg saya curhati haha
    Baiknya emang eksen trus n jangan banyak crita haha

    ReplyDelete
  31. jangan beritahukan apa yang kita rencanakan tapi tunjukan kepada mereka hasilnya. Catet !
    Pesannya : jangan jadi orang sering bocor ya !

    ReplyDelete
  32. idem kak sy tipe introvert yg gak suka umbar sana sini apapun yg msh bernama planning..sampe sy dibilang perempuan misterious wkwk..dan setuju dngan artikel ini apapun yg bernama planning baik buruk gagal berhasil baiknya hnya kita yg tau..orang lain mah sebisa mungkin tau buntutnya aja hehe

    ReplyDelete
  33. Iya saya setuju juga mbak, malah prinsip saya kita boleh percaya orang lain sampai 99% tapi yang 100% tetap harus percaya sama diri sendiri. Nggak enak banget kan kalau kita yang punya ide, sangking percayanya sama orang itu kita ceritain semuanya eh malah dia yang dluan eksekusi ide kita.

    ReplyDelete
  34. Betul mbak, jadilah manusia yang rilex. Kita tidak perlu menceritakan sebuah rencana pada orang lain, terlebih orang tersebut bukanlah orang yang paling terdekat dengan kita.

    Yang dikhawatirkan jika kita terlanjur menceritakan pada orang lain, dan rencana gagal atau tertunda, mereka hanya bisa nyinyir tanpa mengetahui penyebabnya.

    ReplyDelete
  35. Nahini, ipeh baru dapet sumber-sumber ilmu masalah rencana ini. Sampai akhirnya dibawa ke dahsyatnya hasad yang bisa mengarah juga ke sihir. Ternyata, ada kalanya kita bisa share rencana kita. Ada kalanya pula kita sembunyikan ya. Astagfirullah gufronaka yaa allah. Sejak tau mengenai ini baru paham kenapa beberapa hal ga berjalan sesuai rencana.

    ReplyDelete
  36. Iya gan sudah ngga asing lagi kata-kata itu ditelingaku. Karena kebanyakan orang pasti lebih memandang hasil yang kita peroleh bukan proses apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  37. Mirip kl nulis fiksi prinsipnya ya Mbak,, don'te tell but show. Bs jg dipake buat manajemen rencana ya hehe. Tp sisi terangnya, kl plan dipancangkan, OBS kita mau gak mau bertekad merealisasikannya

    ReplyDelete
  38. yes betul, tapi kadang kita perlu berdiskusi tentang rencana kita kepada orang yang benar-benar dipercaya agar bisa dapat masukan dan siapa tau kita juga bisa menjalani rencananya dengan lebih cepat dan lebih baik :D semangat kakak!

    ReplyDelete
  39. Setuju, mbak. Lebih baik nggak koar-koar di awal. Biar pas udah ada hasil langsung jreng jreng. Hehehe

    ReplyDelete
  40. Kalo saya bukan tentang nulis blog kak Steffi.
    Tapi pernah memberitahu rencana buka tempat makan kecil-kecilan saat masih skripsian.
    Ada temen yang memandang remeh. Tapi saya gak kecil hati. Saya tunjukkan bahwa tetap jalan usaha tapi skripsi gak molor. Yesss saya berhasil melewatinya dan lulus lebih dulu . Itu sebuah kesenangan karena berhasil "tidak menganggap kata-kata orang lain sebagai penghambat"

    ReplyDelete
  41. Saya juga sedang berada di titik mengunci erat-erat mimpi. Selain beberapa ide yang akhirnya diambil ada beberapa yang diremehkan (nggak enak banget apalagi sama orang terdekat kita)

    ReplyDelete
  42. Terkadang kita hanya bercerita pada orang yang dekat dengan kita, walau terkadang tidak seperti yang diharapkan. Karena itulah sekarang semua keep silent do action lebih baik daripada tidak sama sekali

    ReplyDelete
  43. kerasa banget pas kata-kata "jangan bilang siapa2 ya" hahaha
    jadi keinget, dulu ada temen sukanya bilang jangan bilang siapa2
    tapi diceritain ke semua orang wkwk

    ReplyDelete
  44. bener banget kak, memang penyakit yang satu itu tu, enggak bisa disembuhkan kecuali dengan kesadaran untuk bisa mencegahnya alias "jangan bilang apapun tentang kamu" (hehe), karena memang "mencegah lebih baik dari pada mengobati"

    ReplyDelete
  45. Apalagi kalau planningnya tentang bisnis ya Mbak, bisa gawat kalau konsep bisnisnya ditiru. Memang tak semua rencana bisa kita bagikan pada orang lain, bahkan orang-orang terdekat kita sekalipun

    ReplyDelete
  46. Pernaaaah alamin tu posting sinopsis di akun sosmed, terus ada donk kenalan yang emang deket dengan penerbitan, sekian bulan kemudian, buku doi terbit sama dengan sinopsis yang saya tulis. Ya sudahlah, bukan rejeki sayah.

    ReplyDelete
  47. Saya pun sepakat dengan ini. Diam - diam menghasilkan karya. Namun, adakalanya saya bertukar pikiran tentang rencana yang akan saya lakukan dengan sahabat. Ini bisa menjadi motivasi sekaligus tambahan wawasan tentang bagaimana cara efektif mewujudkan rencana - rencana itu.Sukses selalu ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  48. iya mbak, benar apa yang mba katakan. sebaiknya kita jangan terlalu mengekspos rencana kita sebelum benar-benar berhasil. Dan menghasilkan sesuatu karya atau prestasi juga mungkin tidak perlu orang lain tahu.

    ReplyDelete
  49. Btw picturenya nice sekali mbak, please tell me how make it? Saya sangat setuju dengan artikel ini mbak, memang rencana sebaiknya disimpan. takutnya kalau tidak terlaksana malah dibully

    ReplyDelete
  50. Biarlah tetap menjadi rahasia ya, Mbak. Kemudian tiba-tiba jadi kejutan gitu, terutama bagi orang-orang terdekat. Tapi tidak ada salahnya untuk memberitahukan rencana pada orang-orang tertentu yang dekat dengan kita dan bisa dimintai doanya

    ReplyDelete
  51. aku juga setuju kak, lebih baik diam tapi pasti dari pada banyak bilang ke semua orang ingin begini ingin begitu tapi terputus di tengah jalan di karenakan banyak rintangan. lebih baik diam dan terus lakukan dan tau hasilnya orang lain juga nanti bisa melihatnya dengan sendiri

    ReplyDelete
  52. Aku pribadi setuju dengan quote ini. Tapi ada juga yang berargumen bahwa telling people your plan is to keep yourself accountable, or to find an accountability buddy. Gimana nih menurut Mbak?

    ReplyDelete
  53. Saya juga nggak terlalu suka share plan dan kabar diri mbak, he he. Tapi kalau di blog, sesekali masih ditulis tapi nggak terlalu terbuka he he

    ReplyDelete

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan tunggu saya approve komentar kamu, ya. Terima kasih telah meninggalkan komentar.

back to top